ASUS Janjikan Unit ZenFone Terbaru Cukup
Regional Director ASUS South East Asia Benjamin Yeh.
Jakarta: Metode flash sale di e-commerce menjadi salah satu cara yang tengah digemari sejumlah produsen smartphone.

Namun, metode ini dinilai sejumlah pihak menimbulkan peningkatan permintaan sehingga menyebabkan kekurangan pasokan unit, disebut masyarakat sebagai fenomena ponsel gaib.

Hal ini juga dialami oleh ASUS pada perangkat yang belum lama diluncurkannya, yaitu ZenFone Max Pro M1.


Saat disinggung persiapannya terkait smartphone terbaru yang dirilisnya pada Kamis (17/8/2018), ASUS mengaku berusaha keras agar insiden serupa tidak kembali dialami oleh ZenFone 5, ZenFone 5Z dan ZenFone Live L1.

"Saya tahu orang sebal karena tidak mendapatkan flash sale Max Pro M1. Kami minta maaf, kami sama sekali tidak berniat hal ini terjadi. Kami berusaha sebaik mungkin agar hal ini tidak terjadi lagi pada smartphone terbaru kami," ujar Regional Director ASUS South East Asia Benjamin Yeh.

Pria yang akrab disapa Ben ini juga menyebut bahwa saat ini ASUS tengah berdiskusi dengan mitra perakitnya di Indonesia, yaitu Sat Nusapersada, untuk menggenjot volume produksi ponsel cerdasnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi hal yang sama akan terjadi pada ZenFone 5, Ben mengaku telah mempersiapkan strategi khusus, yaitu dengan menghimpun pesanan secara langsung dari distributor, kemudian dikomunikasikan dengan pabrik.

Ben juga menyampaikan permintaan maaf Asus terkait dengan insiden ponsel ghaib yang dialami ZenFone Max Pro M1, akibat kesulitan yang dihadapi konsumen dalam memperoleh ponsel cerdas tersebut.

Ben mengaku pemilihan metode online dan flash sale semata ditujukan agar konsumen dapat memperoleh produk lebih cepat dibandingkan dengan penjualan secara offline.

Hanya saja, Ben mengaku permintaan tinggi Max Pro M1 yang diakuinya mencapai 10 kali lipat tersebut, melebihi ekspektasi ASUS. Sementara itu, Ben juga menegaskan bahwa insiden ponsel gaib yang dialami ZenFone Max Pro M1 bukan dan tidak pernah menjadi bagian strategi yang diterapkan ASUS.

Saat ini terfokus pada penjualan secara online, Ben menyebut ASUS tetap menjadikan penjualan secara offline sebagai fokusnya, seperti pada produk sebelumnya. Ben beralasan penjualan offline memungkinkan konsumen untuk mendapatkan pengalaman secara langsung di tangan pengguna.

Selain meyakinkan bahwa ZenFone 5 dan ZenFone Live L1 akan tersedia pada akhir Mei atau awal Juni mendatang, Ben mengumumkan bahwa ketersediaan unit ZenFone 5Z di pasar Indonesia akan mengalami keterlambatan, yaitu pada akhir Juli, setelah libur lebaran usai.

Terkait keterlambatan tersebut, Ben mengaku hal ini disebabkan oleh aktivitas impor komponen perangkat dari negara asalnya di Taiwan ke Indonesia tidak dapat dilakukan akibat masa libur Lebaran pihak-pihak terkait.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.