Smart City Summit & Expo 2026 di Taipei memperkenalkan AI City Pavilion dan solusi kota pintar berbasis AI untuk transformasi digital dan hijau.
Smart City Summit & Expo 2026 di Taipei memperkenalkan AI City Pavilion dan solusi kota pintar berbasis AI untuk transformasi digital dan hijau.

Smart City Summit & Expo 2026 Segera Mulai, Dorong Transformasi Kota Berbasis AI

Lufthi Anggraeni • 10 Maret 2026 10:05
Ringkasnya gini..
  • Smart City Summit & Expo 2026 akan digelar di Taipei pada 17–20 Maret dengan fokus pada transformasi digital dan hijau kota pintar.
  • Acara ini memperkenalkan AI City Pavilion yang menampilkan sistem “City Sovereign AI” dengan hampir 60 solusi teknologi kota.
  • SCSE 2026 melibatkan delegasi dari 53 negara, lebih dari 250 startup, dan ribuan pemimpin bisnis global.
Jakarta: Taiwan akan menggelar Smart City Summit & Expo (SCSE) ke-13 bersama Net Zero City Exhibition pada 17 Maret hingga 20 Maret 2026 di Taipei Nangang Exhibition Center, Hall 2. Acara ini menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk masa depan kota pintar melalui integrasi teknologi digital dan keberlanjutan lingkungan. 
 
Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Taipei Computer Association tersebut, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti ASUSTeK Computer Inc. dan Foxconn bersama lebih dari 20 mitra industri akan memperkenalkan AI City Pavilion, yang disebut sebagai paviliun kota berbasis AI pertama di dunia.
 
Inisiatif ini dirancang untuk menggabungkan komputasi AI, platform operasional, dan solusi kota pintar bagi pemimpin kota serta integrator sistem dari berbagai negara. Co-CEO ASUSTeK sekaligus Chairman Taiwan Smart City Solutions Alliance (TSSA) Samson Hu menyatakan bahwa Taiwan akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi guna mengembangkan solusi AI City dan memperluas penerapannya secara global. 

Tahun ini, SCSE mengusung tema Digital and Green Transformation, menyoroti integrasi kebijakan dan teknologi untuk mendorong pertumbuhan kota berkelanjutan. Pameran tersebut melibatkan tujuh kementerian serta 13 pemerintah kota dan kabupaten di Taiwan yang mempresentasikan berbagai inovasi terkait transformasi digital dan lingkungan.
 
Melalui ekosistem smart city yang dibangun, Taiwan berupaya menunjukkan cara teknologi kota pintar dapat diterapkan secara luas dan berpotensi diekspor ke pasar global. Sebagai informasi, AI City Pavilion dikembangkan oleh ASUS, Foxconn, dan TSSA untuk menghadirkan sistem City Sovereign AI berskala kota.
 
Paviliun ini menampilkan hampir 60 solusi inovatif mencakup lima lapisan arsitektur utama, yaitu infrastruktur komputasi, model AI, platform, aplikasi, dan inovasi. Selain itu, solusi yang dipamerkan mencakup empat skenario utama dalam kehidupan kota yaitu transportasi, layanan kesehatan, keamanan, dan tata kelola kota.
 
Contoh penerapannya diambil dari pengalaman kota Tainan dan Kaohsiung di Taiwan. Konsep ini juga mengusung model AI City as a Service, memberikan kerangka kerja bagi pemimpin kota dan integrator sistem untuk mengadopsi teknologi kota pintar dengan lebih cepat. 
 
Selain AI City Pavilion, pameran juga menghadirkan AI Robotics Zone menampilkan berbagai solusi robotika untuk lingkungan perkotaan. Zona ini mencakup robot layanan kesehatan, robot restoran, robot logistik, hingga robot pemadam kebakaran dan inspeksi bencana. 
 
Di sisi lain, SCSE 2026 juga menyoroti ketahanan energi perkotaan melalui solusi seperti manajemen energi berbasis AI, virtual power plant, digital twin, serta pemantauan lapangan dan teknologi drone untuk mitigasi bencana. 
 
Perusahaan teknologi seperti Delta Electronics, Chunghwa Telecom, Taiwan Mobile, Far EasTone, hingga Acer ITS akan menampilkan solusi yang menggabungkan teknologi energi, komunikasi, dan keberlanjutan untuk pembangunan kota lebih tangguh.
 
SCSE 2026 juga menjadi wadah bagi lebih dari 250 startup yang terhubung melalui Smart Startups Program. Program ini menggabungkan empat aliansi industri, yaitu aplikasi semikonduktor, mobilitas pintar, solusi kota digital, dan inovasi kesehatan. 
 
Acara ini dihadiri oleh delegasi dari 53 negara dan 174 kota, serta lebih dari 3.000 pemimpin bisnis internasional. Selain itu, sejumlah universitas terkemuka di Taiwan turut berpartisipasi, termasuk National Yang Ming Chiao Tung University, National Taipei University of Technology, dan National Tsing Hua University. 
 
Melalui inisiatif ini, Taiwan berupaya menegaskan posisinya sebagai pusat inovasi global dalam pengembangan teknologi kota pintar berbasis AI. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA