Pusat perhatian utama di booth casing Thermaltake tertuju pada Capo X. Nama Capo sendiri merupakan pelesetan dari kata slang couple. Casing bertubuh jangkung ini mengusung arsitektur yang memungkinkan pengguna merakit dua sistem PC utuh sekaligus di dalam satu sasis.
Menggunakan konsep penumpukan vertikal (stacking), Capo X mempertahankan luas tapak (footprint) yang setara dengan casing pada umumnya sehingga sangat menghemat ruang meja. Casing dual-system ini sangat ideal untuk skenario tim e-sport atau pengguna yang ingin bermain game bersebelahan bersama temannya.

Thermaltake merancang Capo X dengan ketahanan ekstra menggunakan panel kaca melengkung full type-R10 setebal 4mm. Ketebalan ini terhitung masif karena kompetitor di industri rata-rata masih mengandalkan kaca 3mm akibat tingkat kesulitan produksi yang tinggi. Demi menahan beban dua PC yang membawa komponen modern berbobot tinggi, struktur tulang internal sasis dibuat sangat tebal.
Setiap sistem memiliki panel I/O terpisah di bagian depan dan atas sasis agar mempermudah manajemen perkabelan. Di sektor pendinginan, casing ini mendukung hingga konfigurasi radiator ganda AIO 360mm di atas dan samping. Dilengkapi dengan built-in GPU holder dan sistem baut pengunci geser (sliding rail) agar kaca tidak langsung terjatuh saat dilepas, Capo X dipasarkan dengan harga sangat kompetitif di kisaran Rp3 jutaan.
Melompat ke segmen estetika lainnya, Thermaltake menyempurnakan lini casing panoramik lewat seri Argus 280 dan Argus 380. Seri ini mengandalkan integrasi kaca lengkung tanpa pilar sudut untuk visibilitas komponen yang maksimal. Untuk mengatasi masalah hawa panas akibat penggunaan kaca melengkung, Thermaltake menerapkan sirkulasi udara samping bersudut (angled side fan) serta panel belakang bermaterial mesh penuh.

Seri ini juga sudah mendukung ekosistem masa depan seperti kipas Daisy-Chain Infinite Swap N yang hanya membutuhkan satu kabel di ujung sasis, serta dukungan penuh bagi motherboard dengan colokan di belakang (back-connect) seperti ekosistem BTF.
Nuansa kustomisasi unik juga dihadirkan melalui seri Retro (Retro 260 TG dan 360 TG) yang sangat populer di pasar Amerika Serikat. Keunikan utama dari seri ini adalah sifatnya yang modular. Bagian depannya bisa ditambahkan add-on berupa kit layar LCD bergaya monitor CRT, atau memanfaatkan ponsel pintar lama dan layar Nintendo Switch untuk menampilkan visual kustom.
Sementara itu, untuk para kolektor action figure, Thermaltake menyediakan seri Stage (Stage 450 & 550) yang sengaja menyisakan ruang kosong luas di dalam sasis untuk memajang figur serta menawarkan varian aksen elemen kayu (Wood Edition).

Thermaltake juga tidak melupakan perangkat penyuplai daya melalui pengenalan teknologi ekosistem PSU terbaru. Mereka memperkenalkan arsitektur berbasis dermaga colokan (dock power). Sistem ini memisahkan secara total unit utama pensuplai daya dengan modul manajemen kabel melalui sebuah Detachable Dock Module yang sudah mendukung konfigurasi hingga dual PCIe 5.0.
Menggunakan metode ini, pengguna tidak perlu lagi pusing mengatur untaian kabel di ruang sasis yang sempit saat mengganti PSU. Sebaliknya, seluruh ekosistem kabel management tetap tertata rapi dan tertinggal di dalam sasis. Ketika di kemudian hari pengguna ingin meningkatkan kapasitas daya, misalnya melompat dari konfigurasi 750W ke 1000W atau 1200W, mereka tidak perlu lagi mencabut kabel yang terhubung ke komponen.
Pengguna cukup melepas unit utama PSU lama dari dock, lalu memasukkan unit PSU baru dengan praktis. Teknologi ini juga mempermudah proses klaim garansi (RMA), karena ketika PSU mengalami kendala teknis, pengguna cukup melepas kotak utama PSU-nya saja tanpa perlu melakukan ritual merakit ulang PC dari nol.
Untuk menjamin keamanan aliran daya yang masif pada sistem bongkar-pasang ini, Thermaltake mengintegrasikan konektor antarmuka setebal 30mm yang sangat aman dan andal layaknya standar server.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News