Apple dikabarkan mempercepat produksi iPhone lipat, dan rekrutmen Foxconn memperkuat indikasi perangkat akan meluncur sesuai jadwal.
Apple dikabarkan mempercepat produksi iPhone lipat, dan rekrutmen Foxconn memperkuat indikasi perangkat akan meluncur sesuai jadwal.

Apple Dikabarkan Percepat Produksi iPhone Lipat, Rekrutmen Foxconn Perkuat Jadwal Peluncuran

Lufthi Anggraeni • 10 Juli 2026 11:25
Ringkasnya gini..
  • Foxconn merekrut pekerja sementara untuk meningkatkan produksi iPhone lipat menjelang produksi massal.
  • Laporan rantai pasok menyebut peluncuran iPhone lipat masih sesuai jadwal tanpa indikasi penundaan.
  • Produksi awal diperkirakan terbatas sehingga ketersediaan perangkat saat peluncuran bisa menjadi tantangan.
Jakarta: Apple dikabarkan masih berada di jalur tepat untuk meluncurkan iPhone lipat pertama karyanya sesuai informasi jadwal yang telah beredar di internet sebelumnya. Indikasi terbaru ini berasal dari mitra manufaktur Apple, Foxconn.
 
Mengutip MacRumors, Foxconn dilaporkan mulai merekrut pekerja sementara dalam jumlah besar untuk meningkatkan kapasitas produksi menjelang dimulainya proses produksi massal perangkat tersebut. Langkah ini memperkuat sejumlah laporan sebelumnya yang menyebut proyek iPhone lipat telah memasuki tahap akhir sebelum peluncuran resmi.
 
Menurut laporan terbaru, perekrutan tenaga kerja tambahan oleh Foxconn dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lini produksi yang diperkirakan akan mulai beroperasi dalam skala besar pada paruh kedua tahun 2026. 

Dalam industri manufaktur elektronik, peningkatan jumlah pekerja menjelang fase produksi massal merupakan praktik umum yang dilakukan untuk memenuhi target pengiriman perangkat baru. Kabar tersebut sekaligus meredam spekulasi sebelumnya yang menyebut Apple berpotensi menunda peluncuran perangkat lipat pertamanya akibat tantangan pada proses produksi.
 
Sejumlah sumber rantai pasok menyatakan belum menerima informasi mengenai perubahan jadwal, sehingga peluncuran pada musim gugur 2026 masih dianggap sebagai target utama Apple. Sejumlah laporan menyebut desain akhir iPhone lipat telah dikunci beberapa waktu lalu.
 
Dengan selesainya tahap tersebut, fokus Apple kini beralih ke peningkatan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar ketika perangkat resmi diperkenalkan. Foxconn disebut mulai mempercepat perekrutan pekerja sementara di sejumlah fasilitas produksinya.
 
Langkah tersebut biasanya dilakukan ketika Apple bersiap memasuki fase produksi massal untuk produk baru yang diperkirakan memiliki permintaan tinggi. Walaupun Apple belum memberikan pernyataan resmi, aktivitas di rantai pasok menjadi salah satu indikator yang sering digunakan untuk membaca kesiapan peluncuran produk baru.
 
Analis industri Ming-Chi Kuo sebelumnya memperkirakan iPhone lipat akan menjadi salah satu produk Apple dengan permintaan awal yang sangat kuat. Namun, keterbatasan kapasitas produksi diperkirakan membuat ketersediaan perangkat pada tahap awal relatif terbatas.
 
Kuo memperkirakan hanya sekitar 500 ribu hingga 1 juta unit yang siap dikirim pada kuartal ketiga tahun 2026. Sepanjang paruh kedua tahun ini, total produksi diperkirakan mencapai sekitar 7 hingga 8 juta unit.
 
Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan produksi iPhone reguler, sehingga calon pembeli berpeluang akan menghadapi waktu tunggu lebih lama setelah masa pemesanan dibuka. Laporan lain bahkan menyebut Apple telah meningkatkan target produksi komponen hingga sekitar 10 juta unit sebagai bagian dari strategi memperluas lini iPhone generasi berikutnya.
 
Namun, peningkatan target tersebut tetap tidak menghilangkan peluang terjadinya keterbatasan stok pada masa awal penjualan. Berbeda dengan iPhone konvensional, perangkat lipat memiliki proses produksi yang jauh lebih rumit.
 
Apple disebut memberikan perhatian besar pada kualitas engsel, ketahanan layar lipat, serta upaya meminimalkan lipatan pada panel fleksibel sebelum perangkat dipasarkan. Karena kerumitan tersebut, Apple memilih pendekatan lebih hati-hati dibandingkan dengan beberapa pesaingnya di pasar smartphone lipat.
 
Perusahaan dilaporkan tidak ingin mempercepat peluncuran apabila kualitas produk belum memenuhi standar internal. Pendekatan ini dinilai menjadi salah satu alasan Apple baru memasuki pasar foldable setelah sejumlah produsen Android lebih dulu merilis beberapa generasi perangkat lipat.
 
Selain jadwal peluncuran, sejumlah analis juga memperkirakan iPhone lipat akan diposisikan sebagai produk premium dengan harga sekitar USD2.300 (Rp41,6 juta) hingga USD2.500 (Rp45,2 juta). Rentang harga tersebut menjadikannya sebagai salah satu iPhone termahal yang pernah dipasarkan Apple.
 
Dengan banderol tersebut, perangkat diperkirakan menyasar konsumen premium yang menginginkan pengalaman menggunakan smartphone lipat dengan ekosistem Apple. Meski demikian, tingginya harga diperkirakan tidak akan mengurangi minat pasar secara signifikan mengingat tingginya antusiasme terhadap produk pertama Apple di kategori ini.
 
Hingga saat ini Apple belum mengumumkan keberadaan iPhone lipat maupun jadwal peluncurannya secara resmi. Informasi yang beredar masih berasal dari laporan analis industri dan sumber di rantai pasok.
 
Kendati demikian, kombinasi antara dimulainya perekrutan besar-besaran oleh Foxconn, laporan bahwa produksi massal segera dimulai, serta belum adanya indikasi penundaan memberikan sinyal bahwa proyek iPhone lipat masih berjalan sesuai rencana.
 
Jika seluruh laporan tersebut terbukti akurat, Apple berpeluang memperkenalkan perangkat lipat pertamanya bersamaan dengan peluncuran lini iPhone generasi terbaru pada musim gugur tahun 2026. Konfirmasi mengenai spesifikasi, harga final, wilayah pemasaran, serta jadwal ketersediaan perangkat diperkirakan baru akan disampaikan Apple saat acara peluncuran resminya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA