Eko Prasudi Widianto - Direktur (kedua kiri), Eddy Wahyudi - Expert Staff CEO (kedua kanan)
Eko Prasudi Widianto - Direktur (kedua kiri), Eddy Wahyudi - Expert Staff CEO (kedua kanan)

ITSEC Asia Perkuat Ketahanan Siber Indonesia Timur melalui Simulasi Krisis di Makassar

Mohamad Mamduh • 26 Juni 2026 22:13
Ringkasnya gini..
  • ITSEC Asia memperluas jangkauan Gerakan Nasional Ketahanan Siber (GNKS) ke wilayah Indonesia Timur.
  • Sebagai hasil nyata dari pertemuan ini, peserta dibekali dengan instrumen strategis berupa Security Flow untuk memetakan prioritas risiko.
  • Setelah Makassar, rangkaian GNKS 2026 dijadwalkan akan terus berlanjut ke Pontianak, Bali, Yogyakarta, hingga Medan.
Jakarta: Menanggapi lonjakan aktivitas serangan siber yang mencapai 5,16 miliar anomali trafik sepanjang tahun 2025, ITSEC Asia memperluas jangkauan Gerakan Nasional Ketahanan Siber (GNKS) ke wilayah Indonesia Timur.
 
Berkolaborasi dengan Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) serta didukung oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi kesadaran keamanan digital menjadi tindakan nyata bagi para pemimpin industri. Program strategis ini menekankan bahwa kemampuan merespons insiden kini memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan upaya pencegahan dalam ekosistem digital yang semakin kompleks.
 
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla pada Kamis, 25 Juni 2026, ini menghadirkan metode Executive Tabletop Exercise. Berbeda dengan seminar konvensional, simulasi ini dirancang khusus bagi pengambil keputusan untuk merasakan langsung dinamika penanganan insiden siber melalui lima tahapan strategis yang dimulai dari pemetaan ancaman, penyusunan mitigasi, hingga evaluasi hasil keputusan. Pendekatan ini memungkinkan para eksekutif memahami bagaimana sebuah insiden berkembang dan menentukan respons yang paling tepat secara efektif.

Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia menekankan bahwa keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis departemen IT, melainkan risiko bisnis yang dapat melumpuhkan operasional serta merusak reputasi organisasi.
 
Ia menegaskan bahwa kesiapan menghadapi krisis adalah tanggung jawab bersama di tingkat manajemen agar organisasi dapat bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi. Senada dengan hal tersebut, Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyatakan bahwa penguatan kapasitas ini sangat krusial bagi keberlanjutan ekonomi digital nasional agar ruang digital Indonesia tetap aman dan terpercaya.
 
Sebagai hasil nyata dari pertemuan ini, peserta dibekali dengan instrumen strategis berupa Security Flow untuk memetakan prioritas risiko, Security Design Concept untuk mekanisme autentikasi data yang aman, serta Security Skills Assessment untuk mengukur kompetensi tim. Ketua Umum ADIGSI, Firlie Ganinduto, menyoroti posisi strategis Makassar sebagai pusat ekonomi Indonesia Timur yang harus memiliki ketahanan siber mumpuni.
 
Setelah Makassar, rangkaian GNKS 2026 dijadwalkan akan terus berlanjut ke Pontianak, Bali, Yogyakarta, hingga Medan guna memastikan pemerataan kesiapan siber di seluruh pelosok Indonesia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA