Kiro merupakan lingkungan pengembangan perangkat lunak berbasis AI agent. Mahasiswa dapat menjelaskan aplikasi atau solusi yang ingin dibuat menggunakan bahasa sehari-hari.
Kiro kemudian membantu menerjemahkan ide tersebut menjadi kebutuhan sistem, rancangan, dan tahapan pengerjaan sebelum mendukung proses pemrograman. Mahasiswa tetap dapat meninjau rencana dan memberikan persetujuan sebelum aplikasi dibangun.
Pendekatan ini membuat AI tidak hanya berperan sebagai alat untuk menghasilkan kode. Proses menerjemahkan ide menjadi spesifikasi dan rencana kerja juga dapat membantu mahasiswa memahami tahapan pengembangan, mulai dari kebutuhan pengguna hingga bentuk aplikasi akhir.
Kiro Bantu Mahasiswa Mengembangkan Ide Menjadi Prototipe
Program Kiro for Students menjadi bagian dari pengembangan ekosistem AI BINUS University. Kampus ini juga tergabung dalam AWS Academy, sementara integrasi Kiro diarahkan untuk menghubungkan pembelajaran teori dengan pengerjaan proyek secara langsung.Kredit gratis yang diberikan setiap bulan dapat digunakan untuk berbagai fungsi, seperti membuat rancangan desain, menyusun daftar tugas pengembangan, serta meminta penjelasan mengenai kode pemrograman. Skema kredit bulanan memberi mahasiswa kesempatan mengeksplorasi fitur tersebut selama masa program.
Manfaatnya dapat berbeda menurut bidang studi. Mahasiswa Computer Science bisa memanfaatkan Kiro untuk menerapkan materi algoritma, rekayasa perangkat lunak, data, dan AI. Sementara itu, mahasiswa Information Systems dapat mengeksplorasi pengembangan layanan digital dan menguji gagasan berdasarkan kebutuhan bisnis.
Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Derwin Suhartono, menekankan bahwa penggunaan AI perlu disertai tanggung jawab dan dasar akademik yang kuat.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan solusi teknologi, tetapi juga memahami dan bertanggung jawab atas solusi yang mereka kembangkan,” ujar Derwin.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman menggunakan Kiro tetap perlu didukung fondasi akademik, bimbingan dosen, dan evaluasi proyek agar mahasiswa mengasah keterampilan teknis sekaligus kemampuan berpikir kritis.
AWS Dorong Kesiapan Mahasiswa Menghadapi Perubahan Industri
AWS menilai akses ke perangkat pengembangan berbasis AI dapat membantu mahasiswa mengubah pembelajaran di kelas menjadi prototipe yang bisa diuji. Yashinta Bahana, Head of APJ Market Expansion and Strategic Partnership AWS, mengatakan program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mencoba teknologi yang juga digunakan profesional.“Program Kiro for Students memberikan akses kepada mahasiswa terhadap teknologi pengembangan berbasis AI yang juga digunakan oleh para profesional saat ini,” ujar Yashinta.
Meski AI dapat mempercepat sejumlah tahapan kerja, akses ke alat pengembangan saja tidak otomatis menghasilkan aplikasi yang tepat. Mahasiswa tetap perlu memahami masalah yang ingin diselesaikan, menguji hasilnya, dan menilai apakah solusi tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Melalui program ini, BINUS University dan AWS mendorong mahasiswa bereksperimen dengan AI dalam pengembangan perangkat lunak. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut menjadi pendukung proses belajar dan penalaran, bukan pengganti pemahaman dasar yang dibutuhkan untuk membangun solusi digital.