Communication Manager Google Indonesia, Feliciana Wienatha dan Grup Nasida Ria (Foto: Medcom.id/Fany Wirda)
Communication Manager Google Indonesia, Feliciana Wienatha dan Grup Nasida Ria (Foto: Medcom.id/Fany Wirda)

Saat Qasidah Bertemu AI, Google Kembali Gandeng Nasida Ria untuk Kolaborasi "Multiverse"

Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 Februari 2026 06:44
Ringkasnya gini..
  • Google kembali menggandeng Nasida Ria.
  • Kolaborasi ini menunjukkan sisi Gemini yang tidak hanya fokus pada sub-kultur tertentu.
  • Google ingin menunjukkan bahwa Gemini adalah asisten yang siap membantu siapa saja, mulai dari musisi legendaris.
Jakarta: Apa jadinya jika grup kasidah legendaris bertemu dengan kecerdasan buatan paling mutakhir? Google Indonesia kembali menjawabnya melalui kampanye "Gebrakan Ramadan". Tahun ini, Google kembali menggandeng Nasida Ria, grup musik kasidah asal Semarang, untuk melanjutkan kolaborasi yang telah dimulai sejak tahun 2024. 
 
Perjumpaan kembali ini bukan sekadar reuni, melainkan sebuah pernyataan bahwa teknologi dan tradisi dapat bersinergi tanpa batas ruang dan waktu.
 
Menanggapi kolaborasi tahun kedua ini, para personel Nasida Ria mengungkapkan kegembiraan mereka. Sejak pertama kali bekerja sama pada 2024, hubungan antara grup musik ini dengan Google semakin erat.

"Kami sangat senang akhirnya bisa berkolaborasi kembali. Kolaborasi tahun ini terasa jauh lebih meriah dari yang sebelumnya," ungkap perwakilan Nasida Ria. Keaktifan mereka menggunakan Gemini bukan tanpa alasan. Bagi Nasida Ria, Gemini bukan sekadar pemberi jawaban teks, melainkan asisten yang mampu memberikan visualisasi nyata atas ide-ide kreatif mereka.
 
Dari berbagai konsep multiverse yang dieksplorasi dalam kampanye ini, Nasida Ria merasa paling dekat dengan Multiverse Sci-Fi. Di sana, suasana Lebaran dan Ramadan digambarkan secara futuristik namun tetap hangat, sebuah imajinasi yang kini bisa divisualisasikan dengan mudah lewat bantuan AI.
 
Keputusan Google untuk kembali menunjuk Nasida Ria didasari oleh beberapa alasan filosofis dan strategis, dimulai pada 2024 dengan lagu qasidah yang diinisiasi oleh Google, kolaborasi ini membuktikan bahwa teknologi tidak melulu harus kaku atau hanya untuk sektor tertentu.
 
 
Google juga mengungkapkan bahwa selama ada kreativitas, teknologi AI bisa masuk ke lini mana pun. Nasida Ria bukan hanya ikonik, tapi dalam satu grup mereka terdiri dari berbagai rentang umur. Ini mencerminkan kekuatan Gemini dan Google bahwa teknologi tidak harus terpatok pada usia tertentu.
 
Communication Manager Google Indonesia, Feliciana Wienathan, menekankan bahwa kolaborasi ini menunjukkan sisi Gemini yang tidak hanya fokus pada sub-kultur tertentu.
 
"Ramadan sangat relevan dengan Nasida Ria. Mereka mencerminkan bahwa teknologi itu untuk semua orang. Segila atau seabsurd apa pun ide yang muncul, Gemini hadir untuk menjadikannya kenyataan. Itulah tugas Gemini, menjadi asisten AI yang powerful, personal, dan proaktif," ujar Feliciana.
 
Melalui kampanye ini, Google ingin menunjukkan bahwa Gemini adalah asisten yang siap membantu siapa saja, mulai dari musisi legendaris hingga masyarakat umum untuk mewujudkan niat menjadi aksi nyata selama bulan suci Ramadan.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA