Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pandemi Covid-19, Bisnis Uang Kripto Diklaim Lebih Aman

Teknologi teknologi cryptocurrency tokocrypto
Cahyandaru Kuncorojati • 26 Mei 2020 17:07
Jakarta: Di masa pandemi Covid-19, dilaporkan bahwa pasar komoditas global jatuh tepatnya tiga minggu lalu. Harga uang kripto seperti Bitcoin yang menjadi raja di komoditas aset kripto juga sempata njolok lebih dari 40 persen selama beberapa hari perdagangan.
 
Kondisi ini membuat aset kripto tersebut dinilai tidak menarik atau lemah. Namun kondisi ini diklaim oleh platform aset perdangan uang kripto seperti Tokocrypto masih jauh lebih baik dibandingkan komoditas saham dan emas sekalipun.
 
Pertama, di tengah penurunan nilai investasi secara global justru komoditas Bitcoin tetap tumbuh. Investor Bitcoun diimbau untuk selalu bersabar dnegan naik turun komoditas kripto tapi juga tidak gegabah melepas seluruh asetnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi krisis sekarang ini justri dinilai mendorong demand baru yang cukup besar sehingga harga aset kripto naik dan harganya menjadi murah, masyarakat menbutuhkan media investasi yang aman dan tidak terpengaruh efek ekonomi global.
 
Jika dilihat pergerakan harganya dari Rp96 juta pada 2 Januari 2020, Bitcoin justru sempat naik lebih dari 40 persen hingga Rp141 juta pada 14 Februari 2020. Sedangkan IHSG bergerak bearish dari awal tahun dan posisinya saat ini, bahkan kembali ke level di tahun 2016.
 
Dibandingkan pergerakan emas sejak awal tahun hingga saat ini telah mengalami kenaikan 26 persen sementara IHSG justru mengalami koreksi sebesar 23,6 persen, disisi lain Bitcoin justru mengungguli dengan kenaikan lebih dari 30 persen di tengah krisis ini.
 
Survey yang diungkapkan Tokocrypto pada 31 Maret memperlihatkan bahwa eksekutif perdagangan senior percaya bahwa perusahaan besar dalam bisnis akan tertarik untuk mengambil keuntungan dari anjloknya aset kripto.
 
Menurut laporan Adoption of Digital Asset Trading yang diterbitkan oleh platform intelijen manajemen Acuiti, adopsi aset digital yang lebih besar di antara penyedia layanan sisi penjualan (26 persen) dibandingkan perusahaan perdagangan tradisional (17 persen).
 
"Di tengah pandemi Covid-19 yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan, tentu menjadi penting untuk memilih instrumen investasi secara bijak, dan tetap memperhatikan aspek diversifikasi," jelas Co-founder dan CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
 
"Bitcoin terbukti dapat bertahan di tengah kepungan pandemi dan isu keuangan global yang ada, bahkan terus menunjukkan sentimen penguatan," imbuhnya.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif