Google merilis laporan tren terkait dengan lockdown akibat pandemik COVID-19.
Google merilis laporan tren terkait dengan lockdown akibat pandemik COVID-19.

Google Rilis Pergerakan Data Anonim Demi Lockdown Efektif

Teknologi teknologi google
Lufthi Anggraeni • 04 April 2020 13:46
Jakarta: Pandemik COVID-19 telah menginfeksi lebih dari satu juta orang di seluruh dunia dan menelan korban lebih dari 53.000 jiwa saat artikel ini ditulis. Penyakit yang disebabkan virus korona dan terus menyebar ke bagian lain dari Bumi.
 
Tanpa ketersediaan obat untuk penyakit ini, pemerintah di seluruh dunia telah memerintahkan lockdown dan meminta warga untuk mempraktikkan aktivitas jaga jarak atau social distancing serta berdiam diri di rumah untuk mengurangi bahkan menghentikan penyebaran COVID-19.
 
Untuk membantu tenaga kesehatan dan pemerintah di bidang ini dalam memastikan langkah tersebut berhasil, Google merilis COVID-19 Community Mobility Report untuk 131 negara dan wilayah. Laporan ini menampilkan bagan tren pergerakan selama beberapa waktu berdasarkan geografi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kategori lokasi dibagi menjadi tempat parkir, stasiun kereta, lokasi kerja, perumahan dan ritel dan rekreasi. Laporan ini ditujukan untuk menunjukan kesibukan di lokasi ini dan perubahan sebagai dampak dari lockdown ini dan kebijakan berlawan dengan Covid-19 lainnya.
 
Google tidak menyediakan angka pasti dari kunjungan ke lokasi tersebut dan mengklaim bahwa perusahaannya tidak menghimpun informasi pribadi menyoal penggunanya, seperti lokasi, kontak atau pergerakan mereka.
 
Google menyebut bahwa insight ini diciptakan dengan menghimpun data anonim teragregasi dari pengguna yang mengaktifkan pengaturan Location History pada smartphone mereka, serupa dengan cara penghimpunan data untuk Google Maps.
 
Selain itu, Google menyebut bahwa tren mobilitas ini akan tersedia selama pekan, dengan informasi terbaru berusia dua hingga tiga hari. Dengan menyediakan data ini, Google juga berharap akan mempermudah pihak berwenang dan tenaga kesehatan untuk mengelola pandemik COVID-19.
 
Sebagai contoh, jika warga bersikeras untuk mengunjungi pusat transportasi seperti stasiun kereta, maka pihak berwenang dan pemerintah dalam mengatur lebih banyak kereta guna menyediakan lebih banyak ruang antara penumpang untuk mendukung social distancing.
 
Selain itu, Google juga berkolaborasi dengan sejumlah epidemiologist yang terkait dengan COVID-19 untuk memahami serta menyajikan prediksi menyoal pandemi ini secara lebih baik. Pembaca dapat mengunduh laporan sesuai dengan masing-masing negara di sini.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif