Aplikasi JEJAK
Aplikasi JEJAK

Jakarta Smart City Gandeng Cartenz Group Garap Jejak

Teknologi teknologi aplikasi smart city
Lufthi Anggraeni • 29 Juni 2020 10:42
Jakarta: Jakarta Smart City dan Cartenz Group mengumumkan pengembangan aplikasi Jejak sebagai salah satu langkah untuk membantu mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.
 
Jejak merupakan salah satu fitur aplikasi di platform JAKI yang dapat melakukan pemindaian pergerakan individu melalui kode QR. Teknologi ini diklaim akan memberikan sebuah gambaran lokasi pergerakan pasien positif Covid-19 selama 14 hari kebelakang.
 
Kolaborasi ini merupakan langkah strategis antara swasta dan pemerintah. JSC sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki peranan penting untuk menciptakan Jakarta sebagai kota yang terus berinovasi dalam menyelesaikan permasalahan dan pada akhirnya membawa warga Jakarta untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setiap warga Jakarta dapat mengunduh aplikasi JAKI untuk mendapatkan fitur aplikasi JEJAK secara gratis, dan nantinya secara berkala akan mengkaji pelaksanaan serta tata kelola data sehingga pelacakan akan termonitor dengan baik.
 
Adapun cara kerja dari aplikasi ini adalah dengan melakukan pemindaian kode unik QR dari setiap individu di pusat keramaian. Pemindaian ini bertindak sebagai pencatat riwayat kunjungan yang kemudian akan digunakan para petugas pengendali Covid-19.
 
Apabila ditemukan sebuah kasus baru di titik lokasi yang pernah dikunjungi, maka para petugas bisa mendapatkan data secara akurat terkait siapa saja yang pernah mengunjungi lokasi tersebut.
 
"Teknologi memegang peranan sangat penting di dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Harapan kami melalui aplikasi JEJAK berbagai keputusan terkait penanganan Covid-19 dapat diambil dengan cepat dan tepat,” ujar Gito Wahyudi, CEO, Cartenz Group.
 
“Kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk dari implementasi Smart City 4.0, yaitu pemerintah menjadi kolaborator dan masyarakat dapat mengambil peran sebagai co-creator. Prinsip-prinsip pengembangan ekosistem Smart City 4.0 mulai dari mobile first, system dan data driven technology, digital experience, serta smart collaboration kami terapkan dalam skema kolaborasi ini,"tutur Yudhistira Nugraha, Direktur Jakarta Smart City (JSC).
 
JSC terus berupaya untuk mengajak para akademisi, industri, media maupun masyarakat untuk berperan aktif bersama dalam menghadirkan berbagai solusi, khususnya pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam penanganan Covid-19 di DKI Jakarta mulai dari tahapan testing, tracing, treatment, dan monitoring."
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif