PrivyID dan Investree berkolaborasi menggunakan tanda tangan digital dalam layanan fintech.
PrivyID dan Investree berkolaborasi menggunakan tanda tangan digital dalam layanan fintech.

Kolaborasi PrivyID dan Investree Terapkan Tanda Tangan Digital

Teknologi
Mohammad Mamduh • 19 September 2019 06:30
Jakarta: Startup PrivyID resmi menjadi rekan kerja sama startup pinjaman online Investree. Implementasi tanda tangan digital PrivyID pada aplikasi Investree dinilai mampu mengoptimalkan waktu proses registrasi sekaligus menurunkan risiko penipuan identitas pribadi secara signifikan.
 
Implementasi tanda tangan digital PrivyID pada layanan Investree merupakan upaya dari kedua perusahaan memaksimalkan potensi teknologi dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Pasalnya, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan bahwa sebanyak 64,8 persen atau 171 juta penduduk Indonesia sudah terhubung ke internet di tahun 2018.
 
Tingginya tingkat adopsi teknologi sejatinya mampu mendorong tumbuhnya inklusi keuangan serta ekonomi digital Indonesia. Pada kenyataannya, survei yang dipublikasikan firma konsultasi McKinsey and Company pada awal 2019 menyampaikan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan layanan finansial yang terdigitalisasi baru mencapai 5 persen dari populasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Inklusi keuangan telah menjadi salah satu fokus Pemerintah untuk masyarakat Indonesia. Melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), Pemerintah menargetkan inklusi keuangan dapat mencapai 75 persen populasi pada akhir tahun 2019 ini.
 
CEO PrivyID, Marshall Pribadi, menyampaikan pemanfaatan teknologi yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan kapan saja dan di mana saja merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan inklusi keuangan.
 
“Tanda tangan digital PrivyID memiliki beberapa keunggulan. Pertama, penandatanganan bisa dilakukan tanpa harus bertatap muka. Kedua, proses bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit. Ketiga, tanda tangan digital lebih aman karena mampu melakukan verifikasi identitas penandatangan sekaligus memastikan autentisitas isi dokumen elektronik,” jelas Marshall lebih lanjut.
 
Akses pembiayaan serta berinvestasi yang didukung dengan teknologi dinilai berhasil mempermudah dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan jasa keuangan. Kondisi ini tercermin dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyatakan bahwa akses terhadap layanan dan jasa keuangan kini sudah mencapai 68 persen populasi masyarakat.
 
Dalam mendorong inklusi keuangan, OJK mewajibkan penggunaan tanda tangan digital yang sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan di Indonesia melalui Pasal 41 Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.
 
Tanda tangan digital ini wajib digunakan dalam pengesahan perjanjian antara penyelenggara, pemberi, dan penerima pinjaman.
 
“Kami ingin meningkatkan user experience menjadi lebih baik. Kerja sama dengan PrivyID ini diharapkan mampu memberikan dampak yang positif bagi keberlangsungan bisnis Investree terutama dalam meningkatkan jumlah Borrower dan Lender serta mempercepat prosedur pencairan pinjaman,” kata Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi.
 
Sebagai informasi, PrivyID saat ini tercatat sebagai penyelenggara Inovasi Keuangan Digital klaster e-KYC (Electronic Know Your Customer) di OJK. Semenjak didirikan pada tahun 2016, layanan tanda tangan digital PrivyID telah digunakan oleh lebih dari 4,5 juta pengguna individu dan 205 perusahaan. PrivyID telah mendapatkan Sertifikat Manajemen Keamanan Informasi (ISO 27001:2013), dan anggota Asosiasi RegTech dan LegalTech (IRLA).
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif