Presiden Tiongkok, Xi Jinping. (AFP)
Presiden Tiongkok, Xi Jinping. (AFP)

Nama Presiden Tiongkok Salah Diterjemahkan Facebook

Teknologi media sosial amerika serikat tiongkok
Cahyandaru Kuncorojati • 20 Januari 2020 10:40
Jakarta: Media sosial Facebook melakukan kesalahan yang sederhana tapi cukup fatal karena bisa berimbas ke ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
 
Media sosial buatan Mark Zuckerberg ini melalukan sebuah kesalahan teknis yang bisa membuat warga negara Tiongkok terbakar emosinya. Dilaporkan bahwa Facebook memberikan terjemahan yang salah atas nama Presiden Tiongkok, Xi Jinping.
 
Dikutip dari Mashable, nama yang seharusnya tidak perlu diterjemahkan ternyata oleh mesin Facebook justru diterjemahkan yang hasilnya menjadi sebuah kalimat kasar atau mengejek dalam bahasa nasional Myanmar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilaporkan bahwa dalam Facebook versi Bahasa Burma atau Myanmar nama Xi Jinping diterjemahkan ke sebuah bahasa yang dalam Bahasa Inggris bisa dipahami sebagai "Mr. Shithole".
 
Kasus ini ditemukan melalui artikel mengenai pertemuan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Myanmar untuk bertemu dengan kepala negara setempat, Aung San Suu Kyi.
 
Menariknya sebuah media asal Inggris melaporkan bahwa layanan penerjemah milik Google justru tidak menemukan hasil yang sama saat dilakukan terjemahan ke Bahasa Burma (Myanmar). Artinya, "keselahan teknis" hanya terjadi di layanan Facebook saja.
 
"Kami telah memperbaiki masalah teknis yang menyebabkan kesalahan terjemahan dari Bahasa Burma ke Bahasa Inggris di Facebook. Hal ini seharusnya tidak terjadi dan kami mengambil langkah serius untuk tidak memgulanginya," tulis pernyataan Facebook dikutip dari The Guardian.
 
"Kami meminta maaf atas kesalahan ini," tutup pernyataan Facebook. Mereka juga memberikan penjelasan bahwa nama Xi Jinping tidak ada dalam database Bahasa Burma yang digunakan layanan Facebook. Akhirnya mesin penerjemah Facebook otomatis menerjemahkan dengan hasil database yang sekadarnya.
 
Di tahun 2018 Facebook dilaporkan memiliki kasus yang serupa terkait ujaran kebenciam di Myammar. Ujaran kebencian yang beredar dalam Bahasa Burma justru diterjemahkan ke Bahasa Inggris dalam kalimat yang berbeda sehingga ujaran kebencian tidak terhapus oleh sistem Facebook.
 
Dilaporkan bahwa operasional Facebook saat itu punya masalah di wilayah Myanmar. Mereka tidak punya sumber daya yang menguasai bahasa setempat padahal hanya sedikit warga negara Myanmar yang fasih berbahasa Inggris.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif