Polisi Dilarang Lihat iPhone Terbaru, Ini Alasannya

Ellavie Ichlasa Amalia 15 Oktober 2018 13:25 WIB
appleiphone
Polisi Dilarang Lihat iPhone Terbaru, Ini Alasannya
iPhone terbaru dilengkapi dengan Face ID.
Jakarta: Apple terus berusaha untuk meningkatkan sistem keamanan mereka. Seiring dengan itu, para penegak hukum juga terus berusaha untuk menemukan cara agar mereka bisa menembus sistem keamanan itu untuk mendapatkan bukti dari tindakan kriminal pada iPhone. 

Bulan lalu, FBI membuka iPhone X dari tersangka menggunakan Face ID. Namun, Face ID juga bisa menimbulkan masalah pada penegak hukum.

Jika mereka menunjukkan muka yang salah ketika mencoba membuka iPhone dengan Face ID, maka mereka akan diminta untuk memasukkan passcode, yang lebih sulit untuk didapat. 


Sebelum ini, penegak hukum di AS memang telah memaksa orang untuk membuka ponsel mereka dengan sensor sidik jari atau sistem pengenalan wajah.

Dalam sebuah presentasi yang didapatkan oleh Motherboard, sebuah perusahaan yang fokus pada forensik mobile memberitahukan pada penyelidik bahwa mereka tidak boleh melihat ke arah ponsel dengan Face ID, karena hal ini dapat mengaktifkan Face ID. 

"iPhone X: jangan lihat ke arah layar, atau... Hal yang sama dalam demonstrasi Apple akan terjadi," tulis slide itu, yang dibuat oleh perusahaan forensik, Elcomsoft.

Kejadian yang dimaksud dalam slide itu adalah presentasi Facce ID pada acara Apple tahun lalu. Ketika itu, Senior VP of Software Engineering Apple, Craig Federighi mencoba untuk membuka iPhone X dengan wajahnya sendiri dan gagal. Ini memaksanya untuk memasukkan passcode. 

"Cukup sederhana. Passcode dibutuhkan setelah Anda gagal membuka sistem dengan wajah," kata Vladimir Katalov, CEO Elcomosoft. "Jadi, dengan melihat ke arah ponsel tersangka, para penyelidik akan kehilangan satu kesempatan untuk membuka ponsel."

Di AS, penegak hukum telah berusaha untuk menggunakan jalan hukum atau teknis untuk bisa mengakses smartphone dalam kasus. Biasanya, pengadilan bisa memaksa tersangka untuk membuka kunci ponsel mereka via sistem pengenalan wajah atau sidik jari.

Lain halnya dengan passcode. Di bawah Fifth Amendment, yang melindungi masyarakat dari memberatkan tuduhan atas mereka sendiri, passcode dianggap sebagai bukti "testimoni". 

"Dengan Touch ID, Anda harus menekan tombol, atau setidaknya menyentuh tombol; itulah kenapa dalam pelatihan, kami selalu merekomendasikan para penyelidik untuk menggunakan tombol power untuk tahu apakah ponsel terkunci atau tidak. Dengan Face ID, penyelidik lebih mudah untuk tidak sengaja membuka ponsel hanya dengan melihat ke layar ponsel," kata Katalov. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.