UL Benchmark Siapkan Standar Pengujian Ray Tracing NVIDIA

Cahyandaru Kuncorojati 30 November 2018 13:06 WIB
hardwarepcmark
UL Benchmark Siapkan Standar Pengujian Ray Tracing NVIDIA
Bagian pengujian Ray Tracing di 3DMark Port Royal.
Jakarta: Populernya teknologi Ray Tracing yang dibawa GPU Turing buatan NVIDIA membuat semakin banyak OEM mulai mengadopsi teknologi tersebut ke kartu grafis mereka.

UL Benchmarks mengumumkan bakal merilis fitur standar pengujian untuk membandingkan performa Ray Tracing dari setiap kartu grafis berbasis GPU NVIDIA Turing.

Di situs resminya, UL Benchmarks menyebutkan akan menghadirkan fitur pengujian bernama Port Royal di software 3DMark untuk pengujian DirectX Raytracing yang dirilis ke pasar pada Januari 2019.


Teknologi Ray Tracing dari GPU NVIDIA Turing mulai dihadirkan pada keluarga NVIDIA GeForce RTX, mulai dari RTX 2080 Ti, RTX 2080, dan RTX 2070 serta seri Founders Edition yang hanya diciptakan oleh NVIDIA.



Ray Tracing adalah teknologi yang memanfaatkan pencahayaan untuk memberikan kesan realistis pada objek dalam grafis. Pada dasarnya, Ray Tracing akan memberikan dampak terhadap tiga aspek: bayangan, refleksi, dan refraksi.

Selama ini refleksi cahaya atau bayangan kurang ditekankan dalam visual grafis terutama game. Menggunakan teknologi Ray Tracing membuat tampilan visual menjadi lebih nyata dan hidup sehingga menyajikan pengalaman visual yang baru terutama dalam sebuah game.



UL Benchmarks menyebutkan bahwa pengujian Port Royal akan berjalan optimal dan menampilkan frame rate yang real time di resolusi 2560x1440. Meskipun sedikit telat menurut UL Benchmarks pengujian ini akan menjadi tolok ukur performa Ray Tracing yang presisi.

Pengujian 3DMark Port Royal juga disebut akan pertama kali digunakan sebagai standar kompetisi overclocking GALAX GOX di Vietnam pada 8 Desember 2018.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.