Co-founder WhatsApp Brian Acton.
Co-founder WhatsApp Brian Acton.

Di Bawah Facebook, WhatsApp Dinilai Kehilangan Jiwa

Teknologi facebook whatsapp
Ellavie Ichlasa Amalia • 25 Maret 2019 11:41
Jakarta:WhatsApp telah kehilangan identitas dan jiwanya di bawah kepemimpinan Facebook, ungkap co-founder WhatsApp pada India Today Tech.
 
Co-founder Brian Acton meninggalkan WhatsApp pada 2017. Dia mengaku tidak senang dengan perubahan strategi WhatsApp setelah dipimpin Facebook.
 
Dia menyesalkan bahwa WhatsApp kini tidak lagi memiliki identitas seperti ketika aplikasi chatting itu baru pertama kali dibuat. Padahal, identitas itulah yang membuat WhatsApp populerr dan berusaha dipertahankan oleh para pendirinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, WhatsApp adalah aplikasi paling populer dengan 1,5 miliar pengguna aktif. Kebanyakan para pengguna mulai menggunakan aplikasi itu karena kemudahan penggunaan yang ditawarkan.
 
Pada 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp. Sejak itu, ada berbagai fitur baru yang ditambahkan ke aplikasi chatting tesrebut, termasuk fitur seperti Status dan Stickers, yang bisa digunakan untuk iklan.
 
Sejak 2014, ada perubahan di dalam tim WhatsApp. Acton percaya, inilah alasan mengapa WhatsApp kini kehilangan identitasnya. "Saya pikir, identitas WhatsApp telah hilang... dan ini karena para pendirinya telah pergi," kata Acton.
 
Acton meninggalkan WhatsApp pada 2017. Satu tahun kemudian, co-founder WhatsApp yang lain, Jan Koum juga meninggalkan WhatsApp dan Facebook. Kedua pendiri itu disebutkan memutuskan untuk pergi karena tidak akur dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg dan COO Facebook Sheryl Sandberg. Acton mengaku bahwa dia menyesal menjual WhatsApp ke Facebook.
 
"Pada akhirnya, saya menjual perusahaan saya. Saya menjual privasi pengguna saya. Saya membuat keputusan dan berkompromi dengan keadaan. Saya harus menerima itu," kata Acton pada Forbes.
 
Sejak saat itu, Facebook memang harus mengatasi berbagai skandal terkait privasi pengguna dan fokus perusahaan untuk menawarkan iklan meski itu berarti membahayakan data pengguna. Acton telah mendorong para pengguna Facebook untuk menghapus akunnya dua kali.
 
Beberapa hari lalu, di Stanford University, Acton mengatakan bahwa para pengguna Facebook sebaiknya menghapus akun mereka.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif