HTC dilaporkan kembali mengalami penurunan pendapatan pada bulan Januari 2018 lalu.
HTC dilaporkan kembali mengalami penurunan pendapatan pada bulan Januari 2018 lalu.

Pendapatan HTC Turun 27%

Lufthi Anggraeni • 08 Februari 2018 11:52
Jakarta: Kondisi keuangan HTC kembali menurun pada bulan Januari lalu, setelah dilaporkan mengalami penurunan pendapatan sekuensial sebesar 15 persen jika dibandingkan bulan Desember 2017.
 
Penurunan tersebut tercatat sebesar 27 persen jika dibandingkan bulan Januari tahun 2017. Kesuksesan HTC U11 yang disebut sebagai smartphone unggulan HTC dengan penjualan terbaik selama 2017, tidak mampu membantu perusahaan asal Taiwan ini bersaing dengan Samsung dan produsen smartphone asal Tiongkok lain.
 
Sejumlah pihak berpendapat HTC mencapai puncaknya saat menghadirkan EVO 4G pada tahun 2010, yang berhasil menorehkan penilaian baik dari penguji di berbagai wilayah. Kesuksesan HTC dilanjutkan oleh kehadiran HTC One M7 dan HTC One M8.

Kedua perangkat tersebut yang berhasil menarik perhatian konsumen berkat usungan desainnya, meski hasil berbeda dialami oleh penerusnya, HTC One M9. Selama bulan Januari 2018, HTC dilaporkan memperoleh pendapatan sebesar USD116,1 juta (Rp1,6 trilun), sedangkan pada Desember 2017, HTC dilaporkan memperoleh pendapatan sebesar USD137,2 juta (Rp1,96 triliun).
 
HTC dilaporkan mengalami penurunan selama 10 kuartal berturut-turut, namun mampu meraih kesepakatan dengan Google pada tahun lalu terkait dengan tim pengembangan Pixel. Kesepakatan ini berujung pada transaksi pembelian HTC senilai USD1,1 miliar (Rp) pada bulan Januari lalu.
 
Pada awal minggu ini, beredar bocoran gambar menampilkan perangkat yang diperkirakan sebagai HTC U12 berkodenama Imagine. Perangkat ini diyakini sebagai smartphone unggulan terbaru HTC, dan disebut mengusung layar 6 inci dengan rasio aspek 18:9 dan bezel tipis.
 
HTC U12 ini juga akan didukung prosesor unggulan Qualcomm Snapdragon 845, dengan bekal model Qualcomm X20 LTE yang mendukung kecepatan unduh hingga 1,2Gbps.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA