Google Kembangkan Stories Agar Pencarian Web Lebih Optimal

Lufthi Anggraeni 14 Februari 2018 09:06 WIB
google
Google Kembangkan Stories Agar Pencarian Web Lebih Optimal
Google mengumumkan ekstensi baru proyek AMP bertajuk Stories.
Jakarta: Beberapa waktu lalu, Google memperkenalkan proyek AMP, teknonologi situs yang bertujuan mengurangi waktu pemuatan di perangkat mobile. Pengguna pasti menyambangi halaman situs yang dioptimalkan oleh AMP, diindikasikan oleh ikon petir di sebelah tautan hasil pencarian.

Kini, Google mengumumkan ekstensi baru untuk proyek AMP tersebut, dan pengguna aktif media sosial akan menilai pendekatan ini tergolong akrab. Ekstensi AMP baru tersebut bernama Stories.

Ekstensi ini terkait pengalaman visual berita yang ditampilkan pada hasil pencarian Google. Stories dirancang sebagai penampil konten kaya secara visual, berbekal teks dan gambar, serta video dan animasi.


Interaksi pengguna akan terjadi dengan melakukan ketukan, yang akan menampilkan satu porsi dari story ke story selanjutnya. Hal ini serupa saat pengguna berinteraksi dengan Instagram Stories atau Facebook Moments.

Google AMP Stories juga untuk menghadirkan pengalaman interaktif lebih cepat, menghindari pembaca dari gangguan lag dan waktu pemuatan konten yang lambat. Saat ini, AMP Stories masih dalam tahap uji coba, dan baru dapat diakses oleh sejumlah kecil penerbit.

Menurut informasi yang beredar, AMP Stories akan tersedia untuk seluruh pengguna di masa mendatang. Namun hingga saat itu tiba, pengguna masih harus bersabar dan menikmati cuplikan video teaser yang diunggah di saluran YouTube milik The AMP Channel.

Sebelumnya, Google dikabarkan tengah mengembangkan Android P yang ditujukan memperbaiki tampilan software, sehingga pengguna iPhone tertarik mengganti ponsel mereka dengan ponsel Android.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.