Huawei: Kita tak Seharusnya Takut dengan Teknologi

Ellavie Ichlasa Amalia 14 Februari 2018 17:21 WIB
huawei
Huawei: Kita tak Seharusnya Takut dengan Teknologi
Ilustrasi.
Jakarta: Teknologi tidak untuk ditakuti. Memang, teknologi bisa menimbulkan disrupsi. Misalnya, Anda bisa melihat bagaimana keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Go-Jek menciptakan disrupsi dalam sektor transportasi.

Meskipun begitu, teknologi tidak seharusnya ditakuti. Setidaknya begitulah pendapat Arri Marsenaldi, Executive Product Manager Huawei Indonesia. 

Saat ditemui di Wisma BRI, pria yang kerap dipanggil Arri itu menjelaskan bagaimana investasai besar dalam transformasi digital digabungkan dengan strategi yang tepat akan dapat membantu PDB (Pendapatan Domestik Bruto) Indonesia tumbuh dalam waktu beberapa tahun ke depan. 


Memang, Arri mengaku, teknologi memiliki dampak posiitif dan negatif. Namun, dia percaya teknologi akan memiliki dampak baik yang lebih besar. "Teknologi bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas, yang akhirnya akan membuat bangsa kita bisa bersaing dengan negara lain," katanya. 

Salah satu dampak buruk yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi adalah pegawai manusia yang bisa digantikan oleh robot atau sopir yang tergantikan oleh mobil otonom. Meskipun begitu, Arri merasa, penggunaan teknologi justru akan meningkatkan produktivitas sebuah perusahaan. 

"Ini bukan berarti mengurangi karyawan, justru sebaliknya," kata Arri. "Jika kita bisa besaing dengan negara lain, maka akan ada investasi baru yang masuk. Otomatis, hal ini akan meningkatkan PDB."



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.