Tahun Depan, Ada Ratusan Juta Perangkat Android Berteknologi AR

Cahyandaru Kuncorojati 09 November 2017 16:02 WIB
google
Tahun Depan, Ada Ratusan Juta Perangkat Android Berteknologi AR
Fitur teknologi AR pada smartphone diharapkan Google menjadi fitur umum yang pasti hadir di seluruh smartphone tahun depan.
medcom.id: Apple dikabarkan akan merilis headset Augmented Reality (AR) di tahun 2020. Google bergerak lebih cepat dalam mempopulerkan teknologi tersebut.

Seperti yang diketahui, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) tahun ini menjadi salah satu inovasi teknologi yang gencar dikembangkan, meskipun belum populer karena harganya yang mahal. Google berjanji tahun depan mereka akan membuat teknologi AR lebih membumi, dilaporkan CNBC.

Seperti diketahui, teknologi AR dianggap lebih canggih dari VR karena teknologi tersebut menyatukan dunia nyata serta dunia digital. Jika teknologi tersebut semakin membumi, maka kesempatan bisnis atau memonetisasi dari teknologi tersebut semakin terbuka lebar.


"Tahun depan akan ada ratusan juta perangkat smartphone yang sudah mendukung teknologi AR. Saat ini kami sedang dalam tahap mendorong dan membantu para developer mengembangkan ekosistem serta teknologi AR tersebut," tutur Google Vice President of Business and Operations Virtual Reality, Amit Singh.

Singh menuturkan pihak Google sejauh ini sudah berinvestasi cukup besar dalam memfasilitasi pengembangan AR untuk bisa dipergunakan di perangkat Android. Salah satunya adalah dengan merilis ARCore, sebuah layanan pengembangan AR untuk developer Android.

Pihak Google menjajikan hingga akhir tahun ini setidaknya ada 100 perangkat yang Android yang sudah mendukung fitur AR. Ketika layanan ARCore dirilis pada Agustus lalu layanan tersebut sudah bisa dipergunakan untuk pengembangan di perangkat Google Pixel dan Samsung Galaxy S8.

Menurut Singh, Google tidak mau hanya perangkat high-end yang bisa merasakan fitur tersebut. Sudah menjadi ciri khas Google mempopulerkan akses sebuah teknologi, sehingga dia ingin fitur AR juga bisa ditemukan di smartphone kelas menengah dan entry-level, setidaknya dalam dua tahun ke depan.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.