
Dalam simulasi yang dilakukan Kaspersky, email mengenai laporan inspeksi sanitasi bahkan mencatat tingkat klik hingga 92%. Temuan ini menunjukkan bahwa email yang mengangkat topik relevan dan bersifat kontekstual dapat membuat penerima lebih mudah lengah terhadap potensi ancaman siber.
Email Bertema AI hingga Asuransi Jadi Umpan Phishing
Kaspersky menganalisis data anonim dari lebih dari 150.000 simulasi email phishing yang dikirimkan kepada karyawan di 120 negara. Simulasi tersebut berlangsung pada Januari hingga September 2026 dan mencakup templat yang dikirimkan kepada lebih dari 100 pengguna.Hasil analisis menunjukkan lima kategori email yang paling mudah mengecoh karyawan, yakni teknologi dan kecerdasan buatan (AI), layanan kesehatan dan asuransi, kebijakan TI dan kepatuhan, hadiah dan promosi, serta komunikasi internal perusahaan.
Email bertema teknologi dan AI menjadi kategori dengan tingkat klik sebesar 45%. Salah satu contoh umpan yang digunakan adalah pesan bertajuk pengenalan kecerdasan buatan generasi berikutnya.
Sementara itu, kategori kebijakan TI dan kepatuhan mencatat tingkat klik sebesar 26%. Email simulasi yang meminta persetujuan bahkan berhasil mengecoh 48% penerimanya.
Umpan berupa hadiah, promosi, dan tiket memiliki tingkat keberhasilan sebesar 24%. Kampanye yang memanfaatkan peristiwa besar, seperti ajakan mengenakan seragam tim nasional untuk memenangkan hadiah dalam tema FIFA, mencatat tingkat klik hingga 66%.
Email yang menyamar sebagai departemen sumber daya manusia (SDM) atau komunikasi korporat juga menjadi ancaman. Sebanyak 22% karyawan terkecoh oleh kategori ini, terutama ketika pesan membahas isu internal yang sensitif, seperti survei operasional perusahaan atau pemberitahuan aturan berpakaian.
Kaspersky Soroti Pentingnya Pelatihan Keamanan Siber
Peningkatan kecanggihan serangan phishing membuat organisasi perlu memperkuat kewaspadaan karyawan. Kaspersky menyebut serangan yang menyasar manusia semakin berkembang melalui kampanye bertahap yang didukung teknik berbasis AI.Svetlana Kalashnikova, pakar Kesadaran Keamanan di Kaspersky, menjelaskan bahwa email yang sensitif dan sesuai dengan konteks penerima cenderung mendapatkan respons lebih besar.
“Secara alami, orang cenderung merespons email yang bersifat sensitif dan sangat kontekstual, terutama jika phishing tersebut meniru alur kerja atau situasi spesifik di lingkungan mereka,” ujar Svetlana.
Menurut Kaspersky, pelatihan rutin dan simulasi serangan dapat membantu mengurangi kerentanan terhadap phishing secara signifikan. Berdasarkan analisis efektivitas KASAP, tingkat kerentanan dapat turun dari 60% menjadi sekitar 5–7% melalui pelatihan dan simulasi yang tepat.
Untuk mendukung kebutuhan organisasi dengan skala berbeda, Kaspersky juga menghadirkan tiga pilihan paket KASAP. KASAP Essential ditujukan bagi organisasi kecil dan menengah untuk membangun keterampilan dasar keamanan siber. KASAP Proactive menawarkan pelatihan dan pengukuran berkelanjutan bagi perusahaan dengan lebih dari 1.000 karyawan. Sementara itu, KASAP Advanced menyediakan perangkat untuk menyusun program kesadaran keamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, termasuk penerapan di lokasi maupun melalui cloud.
Kaspersky menyediakan uji coba gratis KASAP untuk membantu organisasi mengevaluasi tingkat budaya keamanan siber mereka melalui situs resmi https://www.k-asap.com/.
(Zalsabila Natasya)