Bagi Coway, inovasi justru dimulai dari riset dan analisis data dalam skala besar yang dikumpulkan dari berbagai negara.
Perusahaan asal Korea Selatan tersebut mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi pada lini pemurni udara dan pemurni air yang dipasarkan secara global, termasuk di Indonesia, didukung oleh sistem riset yang memanfaatkan ribuan data kualitas air dan miliaran data udara dari berbagai kondisi lingkungan.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan produk yang dikembangkan mampu menyesuaikan karakteristik lingkungan dan kebutuhan pengguna yang berbeda-beda di setiap negara.
Fondasi pengembangan teknologi Coway berada di Coway R&D Center yang berlokasi di Seoul National University Research Park, Korea Selatan.
Didirikan pada 1993 dan menempati lokasi saat ini sejak 2008, fasilitas tersebut menjadi pusat penelitian yang mendukung pengembangan produk Coway di lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan.
Coway menyebut pusat riset tersebut merupakan fasilitas penelitian terbesar di Asia yang berfokus pada solusi air dan udara.
Saat ini, lebih dari 300 peneliti terlibat dalam pengembangan berbagai kategori produk environmental home appliances, mulai dari water purifier, air purifier, bidet, hingga mattress. Selain mengembangkan teknologi baru, tim riset juga mempelajari pola hidup masyarakat, perilaku pengguna, dan kondisi lingkungan tempat produk digunakan.
Jake Lee, Vice President Director Coway Indonesia mengatakan bahwa riset menjadi fondasi utama dalam setiap inovasi yang dikembangkan perusahaan.
“Bagi Coway, inovasi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi terbaru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan konsumen sehari-hari,” tuturnya.
“Dengan dukungan riset global dan pengembangan teknologi yang kuat, kami terus melahirkan produk yang dirancang untuk mendukung kualitas hidup yang lebih sehat, nyaman, dan modern,” ujar Jake Lee.
Analisis 120 Miliar Data Udara
Salah satu sistem yang digunakan Coway adalah Air Map Service. Platform tersebut menganalisis lebih dari 120 miliar data udara yang dikumpulkan dari berbagai kondisi lingkungan, iklim, dan waktu.
Data tersebut digunakan untuk memahami pola kualitas udara yang berbeda di berbagai wilayah sehingga teknologi filtrasi yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.
Selain itu, Coway juga mengembangkan Water Map yang dibangun dari analisis sekitar 2.700 data kualitas air yang berasal dari 41 negara. Basis data tersebut membantu perusahaan memahami karakteristik air di berbagai wilayah sebelum mengembangkan teknologi pemurnian yang sesuai.
Pendekatan berbasis data ini menjadi salah satu pembeda karena pengembangan produk tidak hanya berangkat dari spesifikasi teknis, tetapi juga kondisi penggunaan yang sesungguhnya di lapangan.
Kapabilitas riset Coway juga tercermin dari jumlah kekayaan intelektual yang dimiliki perusahaan.
Hingga 2025, Coway telah mengantongi lebih dari 5.591 hak kekayaan intelektual yang terkait dengan pengembangan teknologi dan produk.
Perusahaan juga didukung 44 water sommelier bersertifikasi dari Korea International Sommelier Association (KISA) dan Korea Water Resources Corporation (K-water), serta 20 Certified Water Specialists (CWS) yang diakreditasi oleh Water Quality Association (WQA) Amerika Serikat.
Di sisi pengujian, Environmental Analysis Center milik Coway telah diakui sebagai Drinking Water Inspection Agency oleh Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan serta International Testing Laboratory oleh Korean Accreditation Organization (KOLAS).
Coway juga menjadi perusahaan pertama di Korea yang ditunjuk sebagai laboratorium pengujian RoHS oleh TÜV SÜD Europe dan Technical Service Provider oleh Water Quality Association.
Data tersebut digunakan untuk memahami pola kualitas udara yang berbeda di berbagai wilayah sehingga teknologi filtrasi yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.
Selain itu, Coway juga mengembangkan Water Map yang dibangun dari analisis sekitar 2.700 data kualitas air yang berasal dari 41 negara. Basis data tersebut membantu perusahaan memahami karakteristik air di berbagai wilayah sebelum mengembangkan teknologi pemurnian yang sesuai.
Pendekatan berbasis data ini menjadi salah satu pembeda karena pengembangan produk tidak hanya berangkat dari spesifikasi teknis, tetapi juga kondisi penggunaan yang sesungguhnya di lapangan.
Kapabilitas riset Coway juga tercermin dari jumlah kekayaan intelektual yang dimiliki perusahaan.
Hingga 2025, Coway telah mengantongi lebih dari 5.591 hak kekayaan intelektual yang terkait dengan pengembangan teknologi dan produk.
Perusahaan juga didukung 44 water sommelier bersertifikasi dari Korea International Sommelier Association (KISA) dan Korea Water Resources Corporation (K-water), serta 20 Certified Water Specialists (CWS) yang diakreditasi oleh Water Quality Association (WQA) Amerika Serikat.
Di sisi pengujian, Environmental Analysis Center milik Coway telah diakui sebagai Drinking Water Inspection Agency oleh Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan serta International Testing Laboratory oleh Korean Accreditation Organization (KOLAS).
Coway juga menjadi perusahaan pertama di Korea yang ditunjuk sebagai laboratorium pengujian RoHS oleh TÜV SÜD Europe dan Technical Service Provider oleh Water Quality Association.
Teknologi Dihadirkan ke Produk Konsumen
Hasil dari sistem riset dan analisis data tersebut kemudian diterapkan pada berbagai produk yang dipasarkan Coway.
Salah satu implementasi terbarunya hadir melalui air purifier Squarefit dan Squarebig. Kedua perangkat ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi pemurnian udara yang dipadukan dengan pendekatan berbasis data kualitas udara dan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan hunian modern.
Squarebig dirancang untuk ruangan hingga 79 meter persegi dan dilengkapi fitur pemantauan kualitas udara secara real-time.
Sementara Squarefit hadir dengan desain lebih ramping serta low-noise operation untuk penggunaan di ruang yang lebih kompak. Keduanya juga dibekali Air Matching Filter Technology yang memungkinkan filtrasi udara disesuaikan dengan kondisi lingkungan pengguna.
Melalui pendekatan tersebut, Coway menunjukkan bagaimana analisis data dalam skala besar tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi diterjemahkan menjadi fitur yang digunakan langsung oleh konsumen dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu implementasi terbarunya hadir melalui air purifier Squarefit dan Squarebig. Kedua perangkat ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi pemurnian udara yang dipadukan dengan pendekatan berbasis data kualitas udara dan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan hunian modern.
Squarebig dirancang untuk ruangan hingga 79 meter persegi dan dilengkapi fitur pemantauan kualitas udara secara real-time.
Sementara Squarefit hadir dengan desain lebih ramping serta low-noise operation untuk penggunaan di ruang yang lebih kompak. Keduanya juga dibekali Air Matching Filter Technology yang memungkinkan filtrasi udara disesuaikan dengan kondisi lingkungan pengguna.
Melalui pendekatan tersebut, Coway menunjukkan bagaimana analisis data dalam skala besar tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi diterjemahkan menjadi fitur yang digunakan langsung oleh konsumen dalam kehidupan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News