Keduanya membawa prosesor Intel Core Series 3 dengan Neural Processing Unit (NPU) untuk menjalankan workload AI, tetapi tetap diarahkan sebagai laptop ringan untuk kebutuhan belajar, bekerja, hingga produktivitas sehari-hari.
Seri ini menarik karena Axioo tidak menempatkan kemampuan AI sebagai fitur eksklusif laptop kelas premium. Harga awalnya berada di kisaran Rp8 jutaan untuk Hype AI 3 G3 dan Rp9 jutaan untuk Hype AI 5 G3, sehingga pengguna seperti mahasiswa, fresh graduate, dan pekerja muda menjadi sasaran utamanya.
Axioo Hype AI G3 Dibuat untuk Kerja dan Belajar
Axioo Hype AI 3 G3 menggunakan Intel Core 3 Processor 304, sedangkan Hype AI 5 G3 memakai Intel Core 5 Processor 320. Keduanya dipasangkan dengan Intel Graphics, RAM 8GB LPDDR5 6400MHz, serta layar IPS 14 inci beresolusi 1.920 x 1.200 piksel dengan rasio 16:10.Perbedaan target pengguna juga cukup jelas. Hype AI 3 G3 diposisikan untuk mahasiswa, first-jobber, dan fresh graduate yang membutuhkan perangkat untuk riset, belajar, pekerjaan harian, serta mulai memanfaatkan berbagai AI tool. Hype AI 5 G3 ditujukan untuk kebutuhan yang lebih intens, seperti multitasking, pekerjaan hybrid, dan workflow berbasis AI.
Dengan pendekatan tersebut, Axioo mencoba membuat PC AI lebih dekat dengan skenario penggunaan nyata. AI tidak hanya dibicarakan sebagai kemampuan hardware, tetapi dikaitkan dengan aktivitas seperti brainstorming, menulis, riset, membuat presentasi, dan merangkum informasi.
Ada NPU untuk Pemrosesan AI di Perangkat
Kedua model Hype AI G3 menggunakan prosesor Intel Core Series 3 yang sudah dibekali NPU. Komponen ini dirancang untuk menangani akselerasi AI pada workload yang didukung, sehingga sebagian proses dapat dijalankan langsung di perangkat.Timmy Theopelus, Vice President of Business Development & Strategic Partnership PT Tera Data Indonusa Tbk, mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Axioo untuk membuat teknologi AI lebih mudah dijangkau.
“Kami percaya bahwa kesiapan Indonesia memasuki era AI tidak hanya membutuhkan teknologi di level infrastruktur, tetapi juga akses teknologi yang lebih luas di level pengguna,” ujar Timmy.
Dari sisi Intel, kehadiran NPU pada prosesor mainstream juga dipandang sebagai cara memperluas ekosistem AI PC ke lebih banyak pengguna.
“Kami melihat pentingnya memperluas ekosistem AI PC agar tidak hanya tersedia bagi segmen premium atau kelas atas, tetapi dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pengguna,” kata Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia.
Ringan untuk Dibawa, Baterai Diklaim Tahan Lebih dari 22 Jam
Mobilitas menjadi nilai jual lain dari seri ini. Axioo menyebut bobot Hype AI G3 berada di sekitar 1,25 kg, sehingga ditujukan untuk pengguna yang sering berpindah antara rumah, kampus, kantor, dan tempat kerja lainnya.Daya tahan baterainya juga menjadi salah satu klaim utama. Berdasarkan pengujian internal Axioo untuk pemutaran video 1080p, baterainya disebut mampu bertahan lebih dari 22 jam. Hasil tersebut tentu bergantung pada konfigurasi, pengaturan, aplikasi, dan pola pemakaian sehari-hari.
Laptop ini juga sudah membawa USB Type-C dengan dukungan Power Delivery, DisplayPort, pengisian daya, dan transfer data.
Harga Axioo Hype AI 3 G3 dan Hype AI 5 G3
Di Indonesia, Axioo Hype AI 3 G3 dibanderol mulai Rp8 jutaan dengan pilihan warna Grey, Blue, dan Pink. Sementara Axioo Hype AI 5 G3 mulai Rp9 jutaan dan tersedia dalam warna Grey.Selain harga, Axioo menawarkan perlindungan ADP XTRA hingga tiga tahun yang mencakup sejumlah risiko kerusakan tidak disengaja, termasuk benturan, cairan, korsleting, kebakaran, bencana alam, hingga kehilangan akibat pencurian atau perampokan sesuai ketentuan program.
Pengguna juga mendapat dukungan jaringan lebih dari 183 service center di Indonesia. Dengan kombinasi NPU, bodi ringan, daya tahan baterai panjang, dan harga yang berada di bawah sebagian laptop AI premium, Hype AI G3 menempatkan AI sebagai fitur yang lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari, bukan sekadar spesifikasi tambahan.