Ilustrasi: Shutterstock
Ilustrasi: Shutterstock

Paruh I 2019, Indonesia Paling Rentan Kena Serangan Phishing

Teknologi cyber security kaspersky
Mohammad Mamduh • 30 September 2019 13:48
Jakarta: Statistik terbaru menunjukkan Asia Tenggara masih menjadi target pelaku kejahatan siber yang mencoba menginfeksi jaringan dan perangkat melalui trik sangat sederhana namun tetap paling efektif disebut “phishing”.
 
Perusahaan keamanan siber global Kaspersky telah mendeteksi total 14 juta upaya phishing terhadap pengguna internet di kawasan tersebut selama paruh pertama tahun 2019.
 
Kaspersky mengungkapkan upaya yang mengarahkan penggunanya menuju situs web phising selama paruh pertama tahun 2019 tertinggi ditempati oleh Negara Vietnam, Malaysia dan Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terdapat lebih dari 11 juta upaya gabungan yang terdeteksi dari tiga negara ini. Selain itu, Thailand mencatat hampir 1,5 juta upaya terdeteksi sementara Filipina memiliki lebih dari satu juta insiden. Singapura hanya mencatat sebanyak 351.510 upaya dari Januari hingga Juni tahun ini.
 
Di sisi lain, peringkat negara-negara Asia Tenggara secara dinamis mengalami perubahan ketika berbicara tentang persentase pengguna yang terinfeksi oleh serangan phishing. Dalam statistik phishing Kaspersky untuk paruh pertama tahun 2019, menunjukkan bahwa Filipina memiliki persentase korban phishing tertinggi yaitu 17,3 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan 6.556 persen lebih tinggi dibandingkan dengan data untuk periode yang sama tahun lalu di 10,449 persen.
 
Malaysia mencetak angka tertinggi kedua di 15,829 persen dari pengguna yang terinfeksi melalui phishing dari 11,253 persen pada paruh pertama tahun 2018. Diikuti oleh Indonesia dengan 14,316 persen dari 10,719 persen dibandingkan tahun lalu.
 
Kemudian Thailand pada 11,972 persen dari 10,9 persen dan Vietnam dengan selisih tipis sebanyak 11,703 persen dari 9,481 persen. Singapura mencatat persentase sebanyak 5 persen tahun ini dibandingkan dengan 4,142 persen pada tahun lalu.
 
Upaya phishing merujuk pada frekuensi pelaku kejahatan siber mencoba mengarahkan para pengguna Kaspersky agar mengunjungi situs web palsu untuk mencuri informasi mereka pada lokasi dan wilayah tertentu.
 
Persentase pengguna yang terinfeksi menunjukkan proporsi pengguna Kaspersky yang ditargetkan oleh upaya phishing ini dalam jangka waktu tertentu.
 
"Ancaman lama namun efektif ini nyata di Asia Tenggara dan tidak menunjukkan tanda-tanda memudar dalam waktu dekat. Boleh diakui atau tidak, wilayah ini terdiri dari banyak populasi muda dan sangat mobile, kita perlu memberikan edukasi tentang risiko serangan dasar seperti phishing," kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.
 
Efektivitas penipuan phishing terbukti menarik bagi para pelaku kejahatan siber yang dapat dengan mudah menjual kredensial curian di web gelap. Para pelaku kejahatan siber akan mengejar kredensial pengguna yang menyertakan nomor kartu kredit serta kata sandi ke rekening bank dan aplikasi keuangan lainnya.
 
Sementara pihak berwenang dan perusahaan swasta telah berulang kali meyakinkan pengguna bahwa mereka tidak akan meminta informasi pribadi melalui internet, jumlah korban telah meningkat.
 
Terlepas dari meningkatnya kesadaran akan penipuan online, para pengguna justru menjadi kurang peduli akan konsekuensi yang telah dibuktikan dengan pertumbuhan jumlah pengguna yang terpengaruh.
 
“Perlu juga dicatat bahwa pelaku kejahatan siber dapat menggunakan strategi phishing email yang sama selama bertahun-tahun dan seseorang masih akan memberikan informasi pribadi mereka dengan sukarela atau mengklik tautan berbahaya tanpa disadari, ”tambah Yeo.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif