Product Manager Google AI Jullie Cattiau
Product Manager Google AI Jullie Cattiau

Cara Google Lindungi Habitat Hewan Liar via AI

Teknologi teknologi google Solve with AI
Mohammad Mamduh • 14 Juli 2019 17:11
Tokyo: Habitat hewan laut semakin lama semakin rusak. Salah satu alasannya adalah manusia yang melakukan berbagai aktifitas.
 
Secara langsung atau tidak langsung, aktifitas tersebut merusak tempat tinggal hewan-hewan laut, yang mungkin saja termasuk dalam spesies langka. Google menyebut kecerdasan buatan bisa mengawasi dan melindungi mereka.
 
“Kecerdasan buatan mempermudah pengawasan dan perlindungan habitat hewan,” ujar Product Manager Google AI Jullie Cattiau, dalam ajang Google Solve with AI di Tokyo, Jepang. Salah satu contoh yang ia pamerkan adalah memanfaatkan data akustik atau audio dari Paus Bungkuk, atau dalam Bahasa Inggris disebut Humpback.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mereka (Humpback) bisa menyanyi, dan suaranya dalam laut bisa mencapai ratusan kilometer. Ini menjadi masalah karena kita tidak tahu lokasi mereka secara akurat. Selain itu, suara nyanyian juga suka bercampur dengan objek lainnya.”
 
Peran AI di sini adalah mendeteksi jenis suara paus, dari bentuk audio ke visual (biasa disebut spektogram). Dari situ, kecerdasan buatan akan memilah berbagai macam suara yang muncul.
 
Untuk pengembangan AI, Google bekerja sama dengan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional atau NOAA dari Amerika Serikat.
 
Lembaga yang berada di bawah payung Departemen Perdagangan AS ini berbagi data audio yang telah mereka himpun selama 19 tahun. Data akustik yang telah diterjemahkan bisa dianalisis lebih jauh untuk melihat pergerakan Paus Bungkuk.
 
Data ini sangat berguna untuk para aktivis yang telah mendedikasikan diri mereka dalam melindungi satwa liar yang habitatnya telah berkurang hingga 58 persen sejak tahun 1970.
 
Pemanfaatan kecerdasan buatan ini juga dilakukan oleh CEO Rainforest Connection Topher White. Sebagai pemain di industri non-profit, ia mencoba melindung berbagai satwa di hutan Kalimantan.
 
“Hutan hujan tropis, seperti di Kalimantan, sangat luas. Petugas penjaga atau polisi hutan tidak akan bisa mengawasi sepenuhnya,” ungkap Topher. Ia mengatakan penebangan hutan liar adalah hal masif di Kalimantan.
 
Meskipun seringkali tertangkap, para penebang ini selalu mencari cara untuk lolos dari pengawasan. Akibatnya, orangutan yang hidup di sana menjadi korban.
 
Cara Google Lindungi Habitat Hewan Liar via AI
 
“Kita manfaatkan smartphone yang dimodifikasi khusus, ditempel dengan panel sonar. Gunanya adalah mendeteksi suara dengan jangkauan cukup jauh.”
 
Smarthphone ini kemudian dipasang di beberapa lokasi secara tersembunyi, seperti di batang pohon yang lokasinya dekat dengan jalan umum di hutan. Topher mengaku smartphone punya kemampuan sebagai detektor yang cukup akurat.
 
Data akustik yang dihimpun dari smartphone modifikasi ini kemudian juga diolah menjadi spektogram, yang nantinya akan teridentifikasi jenis suara yang tertangkap. Suara gergaji mesin atau pengangkut kayu akan jelas terdengar, dan itu berarti sedang ada penebangan ilegal. Polisi hutan bisa cepat bertindak sebelum para penebang menyelesaikan pekerjaan mereka.
 
Selain di Kalimantan, Topher juga menggandeng badan konservasi KKI Warsi untuk pengawasan hutan di Sumatera Barat. Ia juga mengklaim telah terjun ke dalam hutan Amazon di Brasil, yang para pelaku penebang illegal tidak lain adalah pemain kartel.
 
“Strateginya adalah menggandeng penduduk setempat, karena mereka yang paling paham wilayah dan paling mengerti bahayanya penebangan yang tidak terkendali.”
 
Topher dan perusahaannya menerapkan teknologi yang mereka namai Rainforest Connection (RFC), di 10 negara 5 benua, dengan luas hutan yang terlindungi sekitar 2.000 kilometer persegi. Ke depannya, ia berencana memperluas wilayah di berbagai tempat di belahan dunia, dengan menggandeng lembaga konservasi terkait atau penduduk setempat.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif