Kesepakatan dagang tentatif AS dan Tiongkok mungkin menghindari kenaikan harga iPhone.
Kesepakatan dagang tentatif AS dan Tiongkok mungkin menghindari kenaikan harga iPhone.

Apple Hindari Kenaikan Harga iPhone 2020

Teknologi teknologi apple
Lufthi Anggraeni • 14 Desember 2019 15:35
Jakarta: Kesepakatan dagang tentatif Presiden Donald Trump dan Tiongkok yang baru saja diumumkan, menyelamatkan Apple dari kenaikan harga, atau menanggung kenaikan harga tersebut, pada produk populernya termasuk iPhone.
 
Model unggulan iPhone dapat dikenakan tarif pajak sebesar 15 persen, berdampak pada peningkatan harga sebesar USD150 untuk model rasa iPhone 11 Pro. Tarif ini dijadwalkan resmi diterapkan pada 11 Desember.
 
Dan tarif ini berpotensi untuk berdampak pada lini iPhone, iPad, dan MacBook, selain produk lainnya. Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mengalami peningkatan secara dramatis pada satu tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini berdampak pada sejumlah produk dari produsen asal AS yang diproduksi di pabrik di Tiongkok. Apple mungkin merupakan perusahaan berprofil tertinggi yang terdampak oleh perang dagang ini, mengingat ruang lingkup sebagian besar operasionalnya berada di Tiongkok, serta ikatan kuat Apple dengan Beijing.
 
Apple telah mengembangkan strategi kontingensi untuk memindahkan manufaktur ke pasar lain, seperti India dan Vietnam, namun CEO Apple Tim Cook telah berulang kali melobi Trump untuk mengeluarkan produk Apple dari tarif baru, atau untuk mencapai kesepakatan, akan mengakhiri eskalasi.
 
Trump beberapa kali menolak permintaan Apple terkait dengan sejumlah produk dan komponen, meski administrasinya telah mengabulkan produk lain Apple. Pada bulan September lalu, Apple juga dibebankan tarif lain sebesar 25 persen sebagai bagian terkait produksi Mac Pro baru, setelah permintaannya kembali ditolak.
 
Apple juga menanggung tarif tinggi untuk Apple Watch, AirPods, iMac, HomePod. Namun pembebanan tarif pada perangkat tersebut berpotensi untuk dibatalkan sebagai bagian dari kesepakatan dagang sementara.
 
Sebelumnya, analis Apple kenamaan, Ming-Chi Kuo, mengumumkan rangkaian prediksi kurang menyenangkan soal iPhone 11 dan iPhone 12. Menurut sang analis, Apple menghentikan produksi iPhone 11 Pro dan Pro Max hingga 25 persen pada kuartal empat dan selanjutnya.
 
Prediksi Kuo ini bertolak belakang dengan prediksi analis dan rantai pemasok lain terkait dengan pertumbuhan penjualan iPhone 11 yang kuat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif