McDonalds mengalami kebocoran data di rantai restoran cepat saji di tiga negara.
McDonalds mengalami kebocoran data di rantai restoran cepat saji di tiga negara.

McDonald Alami Kebocoran Data di Tiga Negara

Teknologi teknologi cyber security
Lufthi Anggraeni • 15 Juni 2021 15:29
Jakarta: McDonald menjadi perusahaan terkini yang mengalami pencurian data oleh pihak ketiga. Berbeda dari serangan lain yang baru-baru ini terjadi, McDonald mengklaim tidak mengalami permasalahan terkait dengan ransomware.
 
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, merek besar makanan cepat saji ini mengklaim mengalami pencurian menyoal informasi toko di Amerika Serikat (AS), beserta informasi sejumlah konsumen di Korea Selatan dan Taiwan.
 
McDonald mengaku menemukan kebocoran data ini setelah mempekerjakan konsultan untuk menginvestigasi aktivitas tidak berizin dalam sistem keamanan internal. Di AS, data yang diakses pelaku tindak kejahatan termasuk informasi kontak bisnis untuk franchise, kapasitas kursi di toko dan luas persegi dari area bermain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan data yang diakses di McDonald cabang di Korea Selatan dan Taiwan termasuk data personal pelanggan. McDonald menegaskan bahwa pihaknya akan memberitahukan kepada regulator dan konsumen yang termasuk dalam daftar terdampak tersebut.
 
Namun, McDonalds menekankan bahwa informasi pembayaran konsumen tidak masuk ke dalam daftar data yang berhasil dicuri pelaku tindak kejahatan siber tersebut. Perusahaan makanan siap saji ini juga menyebut bahwa operasi bisnisnya tidak terganggu oleh kebocoran data ini.
 
Selain itu, McDonald menyebut bahwa dalam beberapa hari mendatang, sejumlah pasar tambahan akan mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan menyoal file yang terkait dengan data pegawainya.
 
Sejumlah pasar tersebut termasuk Afrika Selatan dan Rusia, dua negara yang ditandai oleh konsultan keamanan pada investigasi awal. Kebocoran data non pembayaran dari rantai restoran seperti McDonald dinilai bukanlah sebagai permasalahan besar.
 
Kebocoran data ini dinilai tidaklah sebesar konsumen menggesek kartu kredit atau menutup salah satu pemasok daging sapi terbesar di dunia. Namun insiden ini menjadi contoh bagaimana perusahaan besar juga kerap menjadi target yang dinilai mudah dan menghasilkan keuntungan besar bagi peretas.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif