Sebagian Password Pengguna Instagram tak Terenkripsi?
Kebocoran data pengguna Instagram disebut hanya data dari pengguna fitur Download Your Data.
Jakarta: Facebook kembali menuai permasalahan terkait dengan kerahasiaan informasi personal pengguna jejaring sosialnya. Permasalahan terkini untuk perusahaan ini berasal dari salah satu perusahaan yang diakuisisinya, Instagram.

Laporan terbaru The Information pada akhir pekan lalu mengungkap password milik sejumlah pengguna Instagram dapat dilihat.

Selain itu, kebocoran ini disebut akibat bug ditemukan pada fitur, memungkinkan pengguna Instagram melihat data personal yang telah dihimpun oleh jejaring sosial ini.


Pemilik data personal terdampak merupakan pengguna alat yang ditambahkan Instagram pada bulan April lalu, yaitu Download Your Data. Sejumlah pengguna ini meminta informasi tersebut kemudian mendapati password juga tercantum dalam plaintext di URL.

Informasi ini yang juga tersimpan di server Facebook. Instagram menyebut bahwa hanya sejumlah kecil pengguna yang terdampak. Setelah permasalahan ini diketahui Instagram, sistem kemudian diubah sehingga tidak menampilkan password.

Selain itu, Instagram juga menyebut bahwa informasi yang tersimpan di server Facebook juga telah dihapus. Instagram juga mengaku bahwa perusahaannya telah menghubungi seluruh pengguna Instagram terdampak, dan memberitahu mereka untuk mengubah password.

Pengguna juga disarankan membersihkan daftar riwayat peramban sebagai langkah selanjutnya. Sebagai informasi, Facebook mengakuisisi Instagram pada tahun 2012 lalu, senilai USD1 miliar (Rp14,6 triliun).

Kala itu, Instagram lebih dikenal masyarakat sebagai aplikasi berbagi foto yang menawarkan berbagai filter. Kemudian, aplikasi ini menambahkan fitur Stories, video berdurasi panjang, dan konten lain, menjadikannya lebih populer di kalangan masyarakat.

Sebelumnya, Instagram akhirnya meluncurkan fitur "Your Activity". Di sini, Anda bisa mengatur batasan lama waktu penggunaan dan opsi untuk menonaktifkan notifikasi.

Fitur ini bisa Anda temukan dengan mengetuk ikon tiga garis vertikal di pojok kanan atas halaman profil, pada opsi "Your Activity".



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.