YouTube tengah mempertimbangkan langkah untuk menghentikan gerakan tidak suka pada video di platformnya.
YouTube tengah mempertimbangkan langkah untuk menghentikan gerakan tidak suka pada video di platformnya.

YouTube Pertimbangkan Hapus Tombol Dislike

Teknologi youtube
Lufthi Anggraeni • 06 Februari 2019 15:43
Jakarta: YouTube dilaporkan tengah mengkhawatirkan masalah tombol tidak suka pada aplikasinya. Tombol ini diwakili oleh ikon ibu jari ke arah bawah, terletak di bawah judul video.
 
Direktur Management Proyek YouTube Tom Leung mengunggah video pada pekan lalu, mengungkap bahwa mereka berupaya menghentikan ‘gerakan tidak suka’ agar tidak berpengaruh negatif terhadap video yang terdampak.
 
Grup mendorong gerakan ini menyampaikan ketidaksukaannya pada video dalam jumlah besar, dinilai cukup mampu mengurangi jumlah rekomendasi yang mereka terima. Hal tersebut berakibat pada pengurangan jumlah tonton untuk video, dibandingkan jika video penonton tidak menekan ikon ibu jari ke bawah ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Phone Arena melaporkan bahwa gerakan tidak suka ini umumnya diberikan oleh penonton berdasarkan alasan yang tidak terkait dengan konten video. Penggerak tersebut diperkirakan menekan ikon ibu jari ke bawah akibat tidak menyukai kreator video, baik individu maupun perusahaan.
 
Alasan lain yang melandasi penekanan ikon ini disebut karena pelaku menginginkan ulasan positif dari game atau ponsel yang disuguhkan oleh kreator diabaikan oleh penonton YouTube. Saat ini, kreator video dapat mengakses menu Preferences dan menonaktifkan fitur rating itu.
 
Leung mengungkap bahwa YouTube tengah mendiskusikan pengembangan opsi lainnya. Sejumlah opsi yang dipertimbangkan disebut mengharuskan seseorang yang memilih rating tidak suka pada video memberikan alasan di balik keputusan dan tindakannya tersebut.
 
Tim YouTube juga dilaporkan tengah mendiskusikan peluang untuk menghapus tombol ibu jari ke arah bawah ini sepenuhnya. Leung menyebut hal ini mungkin tidak demokratis, karena tidak semua tidak suka yang disampaikan penonton berasal dari anggota grup penggerak tersebut.
 
Ide lain yang disampaikan Leung yaitu dengan memaksa pengguna YouTube menonton setidaknya 25 persen dari konten video, sebelum opsi ikon ibu jari ke arah bawah tersedia dan dapat diketuk.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif