Ada bug pada Fortnite.
Ada bug pada Fortnite.

Celah di Fortnite Mungkinkan Hacker Akses Akun Korban

Teknologi games cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 17 Januari 2019 14:35
Jakarta:Sebuah bug di Fortnite memungkinkan hackermengakses akun korban setelah mereka mengklik tautan mencurigakan yang mereka dapatkan.
 
Para peneliti di Check Point Research menemukan bug ini dan melaporkannya pada Epic Games pada November. Dalam waktu beberapa minggu, Epic membuat patch untuk menambal kelemahan tersebut.
 
"Kami diberitahukan tentang kelemahan ini dan dengan cepat kami mengatasinya," kata Epic Games dalam pernyataan resmi, seperti yang dikutip dari The Verge. "Kami berterima kasih pada Check Point untuk melaporkan hal ini pada kami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seperti biasa, kami mendorong para pemain untuk melindungi akun mereka dengan tidak kembali menggunakan password lama dan menggunakan password yang kuat, juga tidak memberikan informasi akun pada siapapun."
 
Ketika hacker mengambil alih akun korban, mereka bisa menggunakan akun itu untuk membeli dan memberikan mata uang dalam game, V-Bucks.
 
Mengingat Fortnite tidak memungkinkan pemain untuk masuk ke dalam game menggunakan lebih dari satu perangkat, ketika hacker masuk ke akun, para pemain tidak akan bisa masuk ke akunnya.
 
Check Point berkata, bug ini juga memungkinkan hackermencuri dengar pembicaraan di dalam game.
 
Mereka menjelaskan, itu bukan berarti sang hacker dapat mengetahui apa yang sedang korban bicarakan. Tapi, mereka bisa berpura-pura sebagai sang korban dan berbicara dengan teman-teman korban dalam game.
 
Kelemahan ini ada pada implementasi Single Sign-On dari Epic, yang juga digunakan pada berbagai layanan seperti Facebook, Google+, Xbox Live, PlayStation Network, dan Nintendo.
 
Sistem ini akan membawa pemain ke tautan tertentu, yang bisa dieksploitasi oleh para hacker dengan mengarahkan gamer ke halaman yang akan mencuri username dan password sang pemain.
 
Untuk bisa melakukan serangan ini, sang hacker harus mengirimkan tautan jahat ke akun Fortnite korban dan sang korban harus mengklik tautan itu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi