Chrome Adopsi Otentikasi Sidik Jari di Android
Google menggulirkan Chrome versi beta terbaru, berbekal API otentikasi sidik jari untuk aplikasi versi Android.
Jakarta: Pengembang Chrome tengah berupaya untuk menjadikan peramban karyanya lebih aman dan mudah digunakan. Pada perilisan update awal minggu ini, Google menghadirkan langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Chrome 70 beta kini tersedia untuk perangkat bersistem operasi Android, macOS, Linux, Chrome OS, dan Windows. Versi beta terbaru ini berbekal sejumlah peningkatan dan fitur yang menyasar pengembang, dan sejumlah lainnya dirancang untuk pengguna.

Salah satu peningkatan penting pada update ini untuk pengguna umum adalah kehadiran fitur otentikasi sidik jari untuk perangkat Android. Fitur ini memungkinkan situs untuk mengakses sensor pemindai sidik jari dan identifikasi bentuk.


Dukungan sensor pemindai sidik jari ini berguna bagi situs yang mengimplementasikan API sehingga Touch ID dapat dimanfaatkan untuk proses otentikasi dua faktor.

Selain itu, Chrome versi Android juga akan menggunakan identifikasi bentuk, mengandalkan tiga API berbeda untuk mendeteksi wajah, barcode dan teks Latin pada gambar di situs.

Melalui update tersebut, Google juga mengumumkan bahwa mulai versi Chrome ini, peramban tidak lagi akan menyertakan nomor build dari Android dan iOS dalam proses identifikasi agen pengguna.

Perubahan ini guna mencegah penargetan eksploitasi, sidik jari, dan tindak kejahatan lain, yang memiliki potensi pencurian data personal.

Sebelumnya, Google telah memulai proses pengguliran stiker emoji Mini di aplikasi Gboard, menyusul kehadirannya di perangkat iOS pada awal bulan September lalu.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan versi stiker dari diri mereka, dengan memotret diri dan mengubahnya menjadi Mini Sticker.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.