FBI Ingatkan Bank Soal Serangan Siber ke ATM
Ilustrasi.
Jakarta: FBI memeringatkan bank bahwa ATM mereka bisa menjadi target peretasan. Ancaman ini dilaporkan di Krebs On Security, blog keamanan siber populer yang dibuat oleh wartawan Brian Krebs.

Krebs melaporkan bahwa skema yang dikenal dengan nama "ATM cash-out" memungkinkan penyerang untuk meretas sebuah bank atau prosesor pembayaran kartu dan menggunakan kartu bank yang dipalsukan untuk mengambil uang dalam jumlah besar -- biasanya bernilai jutaan dollar -- di ATM di seluruh dunia. Dia membuat laporan ini berdasarkan pada peringatan yang FBI berikan pada bank, lapor CNN Money.

"FBI telah mendapatkan laporan tidak spesifik yang menunjukkan bahwa kriminal siber berencana untuk melakukan serangan ATM cash-out dalam waktu beberapa hari ke depan," tulis peringatan dari FBI, seperti yang dikutip dari Endgadget.


Biasanya, para hacker akan menggunakan metode phishing untuk mendapatkan akses ke sistem sebuah bank. Metode phishing adalah ketika penyerang berpura-pura menjadi entitas terpercaya dalam sebuah email atau metode komunikasi elektronik lainnya dan menipu korban untuk mendapatkan password atau kredensial dari target.

Setelah para hacker mendapatkan akses ke sistem bank, mereka akan mengubah saldo dan juga menonaktifkan jumlah maksimal penarikan di ATM serta batas jumlah pengambilan.

Dengan begitu, mereka akan bisa mencuri uang dalam jumlah besar dari ATM menggunakan kartu bank palsu yang dibuat dari informasi kartu asli yang dicuri.

Bulan lalu, Krebs On Security melaporkan dua serangan yang sukses menggunakan skema ATM cash-out. Ketika itu, para hacker mencuri USD2,4 juta (Rp35 miliar) dari The National Bank of Blacksburg dengan melakukan serangan ATM cash-out pada tahun 2016 dan 2017.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.