Twitter akan Sembunyikan Komentar Jahat
Twitter coba cara baru untuk hadapi troll. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)
Jakarta: Salah satu masalah terbesar Twitter adalah komentar kasar yang menjamur di pembicaraan para penggunanya. Sekarang, Twitter mencoba untuk mengubah algoritma mereka dengan dengan tujuan komentar kasar menjadi tidak terlalu terlihat. 

Dalam sebuah blog post, Twitter menjelaskan bahwa mereka akan mengubah cara menampilkan pembicaraan.

Mereka akan mengatur tampilan pembicaraan berdasarkan "sinyal tingkah laku" yang bertujuan untuk membuat komentar troll -- orang-orang yang senang mengganggu orang lain -- tidak mudah terlihat. 


Jika algoritma dan peninjau manusia yang Twitter pekerjakan melihat satu orang mengakses beberapa akun sekaligus dan berkali-kali membuat kicauan pada akun yang tidak mengikuti mereka atau "tingkah laku yang mungkin mengindikasikan serangan terkoordinasi", Twitter akan membuat kicauan tersebut menjadi lebih sulit dilihat.

Untuk melihat komentar dari akun tersebut, Anda harus mengklik tombol "tampilkan lebih banyak tweet". 

"Karena konten ini tidak melanggar peraturan kami, konten itu akan tetap muncul di Twitter dan baru akan terlihat jika Anda mengklik "tampilkan lebih banyak balasan" atau memilih untuk melihat semua balasan di pengaturan Anda. Hasilnya, orang-orang yang memberikan kontribusi positif akan tampil lebih menonjol di pembicaraan dan pencarian," tulis Twitter. 

The Verge melaporkan, komentar dari pengguna yang sering diblokir atau didiamkan atau dilaporkan juga tidak akan tampil mencolok. Saat ini, Twitter memang telah mengatur kicauan pada pencarian dan pembicaraan.

Namun, mereka tidak menggunakan sinyal negatif untuk melakukan itu. Ini berarti, orang jahat dapat dengan mudah membalas kicauan untuk mempromosikan konten tidak baik. 

Tes dari metode ini menunjukkan bahwa laporan akan tindakan kejam menurun 8 persen. "Intinya, kami ingin menghilangkan beban yang ditanggung oleh orang-orang yang mendapatkan perlakuan kejam dan gangguan," kata CEO Twitter, Jack Dorsey. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.