Pesaing terbesar Netflix justru Fortnite. (Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP)
Pesaing terbesar Netflix justru Fortnite. (Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP)

Fortnite Jadi Saingan Terberat Netflix

Teknologi netflix
Ellavie Ichlasa Amalia • 18 Januari 2019 16:52
Jakarta:Tahun ini, persaingan antara penyedia layanan video-on-demand tampaknya akan semakin memanas. Perusahaan induk HBO, WarnerMedia dan Disney tengah mempersiapkan layanan streaming mereka sendiri. Namun, Netflix tampaknya tidak khawatir.
 
Dalam laporan keuangannya, Netflix memperkirakan bahwa 10 persen waktu menonton televisi warga Amerika Serikat dihabiskan untuk menonton Netflix. Di perangkat mobile, angka itu sedikit lebih rendah.
 
Sementara di negara-negara lain, jumlah waktu yang dihabiskan untuk menonton Netflix juga lebih rendah karena "tingkat penetrasi yang lebih rendah". Menurut Netflix, alasan mengapa tingkat penetrasi di negara-negara lain itu tidak terlalu tinggi bukan karena adanya layanan pesaing, tapi karena keberadaanplatform video seperti YouTube dan juga game.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami bersaing (dan kalah) dari Fortnite dan bukannya HBO," tulis Netflix dalam laporan keuangannya, seperti yang dikutip dari Polygon.
 
Pada akhir 2018, Netflix mengklaim bahwa mereka memiliki 139 juta pelanggan berbayar. Sementara pada November 2018, Epic mengumumkan bahwa game Fortnite mereka memiliki 200 juta pemain terdaftar. Fortnite bukanlah satu-satunya pesaing terbesar Netflix.
 
"Ketika YouTube tidak bisa diakses di dunia selama beberapa menit pada bulan Oktober, jumlah penonton dan pengguna baru kami meroket," tulis Netflix. "Hulu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan YouTube tentang waktu lama menonton dan mereka sukses di AS, tapi tidak kedengaran gaungnya di Kanada."
 
Tahun ini, Netflix akan kembali menghabiskan miliaran dollar untuk membuat seri original. Ke depan, tampaknya strategi Netflix adalah fokus pada hal-hal yang sukses dan tidak terlalu memerhatikan pesaing mereka.
 
"Fokus kami tidak pada Disney Plus, Amazon, atau layanan lain, tapi pada bagaimana kami bisa memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik," kata Netflix.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi