Google menghadirkan fitur baru untuk kenyamanan pengguna transportasi umum kereta.
Google menghadirkan fitur baru untuk kenyamanan pengguna transportasi umum kereta.

Google Maps Mulai Tampilkan Status Kepadatan Kereta

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 17 April 2019 16:44
Jakarta: Google Maps telah menawarkan fitur berupa laporan lalu lintas pada aplikasinya, untuk membantu pengguna menghindari kemacetan saat dalam perjalanan. Kini, Google dilaporkan menghadirkan fitur baru untuk kenyamanan pengguna transportasi umum kereta.
 
Situs Android Police melaporkan bahwa Google menggulirkan fitur yang memungkinkan Maps menanyakan kepadatan bagian dalam kereta yang ditumpangi pengguna melalui sistem notifikasi pop-up.
 
Fitur ini baru ditemukan pada aplikasi versi platform Android, sedangkan pengguna aplikasi versi iOS telah mendapati pemberitahuan ini selama beberapa bulan terakhir. Google juga dilaporkan menanyakan jumlah kursi dan ruang untuk berdiri yang tersedia di kereta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertanyaan ini pada dasarnya menanyakan kursi yang tersedia dalam jumlah banyak atau beberapa, serta lenggang, padat atau sangat padat untuk ketersediaan ruang untuk berdiri di dalam kereta.
 
Saat ini, fitur tersebut baru ditemukan oleh pengguna di wilayah Swedia untuk aplikasi versi Android. Namun untuk aplikasi versi iOS, pengguna di wilayah Bay Area, New York City, Washington, Tokyo dan Paris menyebut telah menemukan fitur ini.
 
Google tengah menghimpun data dari perangkat Android dan layanan lain di jalanan. Sedangkan di bagian bawah tanah, lokasi cakupan sinyal internet terbatas, Google mengandalkan informasi yang dihimpun dari pengguna layanannya.
 
Fitur ini hanya akan dimanfaatkan oleh pengguna yang telah mengaktifkan Location Accuracy setiap saat, dan pada perangkat dengan integrasi API transportasi publik di Google Maps.
 
Sebelumnya, Google turut memeriahkan Pemilihan Umum Indonesia 2019 melalui Google Doodle.
 
Doodle tersebut menampilkan gambar orang mengantre di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memasukan surat suara ke kotak suara. Karakter orang pada Doodle tersebut tampil mewakili huruf pada nama Google, dan menggambarkan keberagaman kondisi fisik.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif