Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dibobol, 6TB Dokumen Internal Citrix Tercuri

Teknologi cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 11 Maret 2019 10:29
Jakarta:Perusahaan software asal Amerika Serikat, Citrix mengaku sistem keamanan mereka telah diretas oleh hacker, memungkinkan para kriminal siber mengakses jaringan internal mereka.
 
Dalam sebuah pernyataan singkat dalam blog, Chief Security Information Officer Citrix, Stan Black mengatakan bahwa mereka mengetahui tentang peretasan ini dari FBI pada minggu lalu.
 
"Pada 6 Maret 2019, FBI menghubungi Citrix, mengatakan bahwa mereka punya bukti bahwa kriminal siber internasional telah mengakses jaringan internal Citrix," kata Black, seperti yang dikutip dari ZDNet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meskipun serangan ini belum dikonfirmasi, FBI menyebutkan bahwa para hacker menggunakan taktik yang disebut password spraying, sebuah teknik yang memanfaatkan password yang lemah. Setelah mereka mendapatkan akses terbatas ke jaringan, mereka akan berusaha melewati lapisan keamanan lainnya."
 
Black berkata, para hacker mengakses dan mengunduh dokumen bisnis. Sayangnya, Citrix tidak tahu secara spesifik dokumen apa yang tercuri. Black mengatakan, hal ini tidak memengaruhi software atau produk lainnya yang mereka buat.
 
Sekarang, kasus peretasan tersebut masih dalam penyelidikan. Black berjanji akan memberikan informasi lain jika mereka menemukan sesuatu dari penyelidikan mereka.
 
Sebelum Citrix membuat laporan ini, NBC melaporkan, mengutip perusahaan keamanan siber Resecurity sebagai sumber, bahwa serangan terhadap Citrix dilakukan oleh hacker asal Iran, Iridium.
 
Resecurity menyebutkan, jaringan Citrix diretas pada Natal 2018. Mereka juga menyebutkan, para hacker menggunakan teknik untuk melewati autentikasi dua-faktor dan mendapatkan akses ke jaringan internal Citrix. Para hacker mengakses informasi sebesar 6TB.
 
Citrix menolak untuk berkomentar tentang laporan tersebut.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi