Liqnet.com, bursa penukaran mata uang virtual, resmi merambah pasar Indonesia.
Liqnet.com, bursa penukaran mata uang virtual, resmi merambah pasar Indonesia.

Liqnet Resmi Rambah Pasar Bursa Bitcoin Indonesia

Teknologi teknologi startup cryptocurrency
Lufthi Anggraeni • 17 Januari 2019 14:20
Jakarta: Liqnet.com, bursa penukaran mata uang virtual berteknologi agregasi likuiditas, resmi merambah pasar Indonesia. Perluasan bisnis perusahaan berbasis di Singapura ini bertujuan menghadirkan pilihan dalam melakukan penukaran mata uang virtual.
 
Liqnet mengklaim menawarkan pilihan alternatif bursa penukaran mata uang virtual, menggunakan mekanisme Liquidity Exchange Network (LEN) atau jaringan penukaran likuiditas. Mekanisme ini bertugas mengumpulkan likuiditas dari berbagai platform pada satu antarmuka.
 
“Dengan mengumpulkan likuiditas di satu antarmuka, sehingga memungkinkan pengguna melakukan transaksi pada harga terbaik dan spread minimum,” ujar Pendiri dan CEO Liqnet Roman Shirokov.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Roman mengaku kurang setuju jika layanan yang ditawarkan Liqnet disebut sebagai bursa. Roman merasa, Liqnet lebih tepat disebut sebagai pengumpul bursa karena memanfaatkan Application Program Interface (API) publik milik bursa mata uang virtual lain.
 
API ini bertugas menggabungkan berbagai tawaran pembelian dan penjualan di dalam satu platform. Penggabungan ini memungkinkan pengguna mendapatkan manfaat penukaran pada beberapa bursa dan mengurangi permasalahan seperti perbedaan harga ekspektasi dan harga sebenarnya.
 
Sebagai informasi, Liqnet mengklaim menawarkan instrumen penukaran yang tidak tersedia di bursa penukaran lain, seperti pengambilan keuntungan, trailing stop, pesanan Iceberg atau pesanan besar tunggal yang dibagi menjadi pesanan-pesanan yang lebih kecil, pesanan IFD, OCO, IFDOCO dan lainnya.
 
Kehadiran di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian program LIQNET dalam mengenalkan sekaligus mengedukasi pasar tentang bursa penukaran agregator, serta mendapatkan umpan balik terkait permasalahan dan kesulitan yang dihadapi trader.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi