Indonet mengoperasikan jalur fiber optik bawah tanah ketiga dari Jakarta ke Bekasi dan Karawang untuk mendukung pertumbuhan data center, cloud, dan AI di Indonesia.
Indonet mengoperasikan jalur fiber optik bawah tanah ketiga dari Jakarta ke Bekasi dan Karawang untuk mendukung pertumbuhan data center, cloud, dan AI di Indonesia.

Indonet Tambah Jalur Fiber Optik Bawah Tanah, Siap Dukung Lonjakan Data Center dan AI di Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati • 08 Juli 2026 17:04
Ringkasnya gini..
  • Indonet meresmikan jalur fiber optik bawah tanah ketiga sepanjang lebih dari 80 km yang menghubungkan Jakarta, Bekasi, dan Karawang.
  • Total jaringan fiber optik Indonet kini mencapai 850 km dengan backbone network berkapasitas 100 Gbps.
  • Penguatan infrastruktur ditujukan untuk mendukung pertumbuhan data center, cloud, AI, dan ekonomi digital di Indonesia.
Jakarta: Indonet memperkuat infrastruktur digital nasional dengan mengoperasikan jalur fiber optik bawah tanah ketiga yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan industri dan data center di Bekasi hingga Karawang. 
 
Penguatan jaringan ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi untuk mendukung pertumbuhan data center, layanan cloud, hingga kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
 
Jalur baru tersebut merupakan bagian dari koridor East Route milik Indonet. Setelah dua jalur sebelumnya beroperasi sejak 2025, jalur ketiga kini resmi digunakan dengan panjang lebih dari 80 kilometer dan kapasitas dua kali 576 core fiber. 

Dengan tambahan tersebut, total jaringan fiber optik Indonet mencapai sekitar 850 kilometer, meningkat 141% dibandingkan sebelum 2024. Selain memperluas kapasitas layanan, jaringan ini juga memperkuat interkoneksi antardata center yang membutuhkan tingkat ketersediaan tinggi (high availability) untuk menjaga kontinuitas operasional bisnis.
 
Indonet juga meningkatkan kapasitas backbone network menjadi 100 Gbps guna memenuhi kebutuhan konektivitas di kawasan industri, termasuk mendukung ekspansi jaringan ke Kawasan Industri Mitra Karawang (KIM). 
 
Perusahaan menyebut dirinya sebagai salah satu penyedia infrastruktur digital pertama di Indonesia yang membangun koridor fiber optik sepenuhnya di bawah tanah dari Jakarta menuju kawasan industri dan data center di Bekasi hingga Karawang.
 
Presiden Direktur Indonet Donauly Situmorang mengatakan pertumbuhan investasi di sektor data center, cloud, dan AI harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur konektivitas yang memadai.
 
"Indonesia sedang memasuki fase baru pembangunan infrastruktur digital. Investasi pada data center, cloud, dan AI akan terus meningkat, namun nilai dari investasi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh konektivitas yang sama kuatnya,” tutur Donauly.
 
“Karena itu, kami terus berinvestasi membangun jaringan fiber optik bawah tanah dan infrastruktur interkoneksi data center yang andal, sehingga pelanggan dapat bertumbuh dengan kepastian tanpa dibatasi oleh keterbatasan infrastruktur," ujar Donauly.
 

Fiber Optik Bawah Tanah Diklaim Lebih Andal

Menurut Indonet, penggunaan jaringan fiber optik bawah tanah memberikan tingkat keandalan yang lebih tinggi dibandingkan jaringan fiber udara. 
 
Infrastruktur tersebut memiliki perlindungan lebih baik terhadap berbagai risiko operasional sehingga dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan bisnis mission-critical, seperti layanan disaster recovery maupun AI workloads yang membutuhkan performa jaringan stabil.
 
Direktur Operasional Indonet Agus Ariyanto mengatakan pengoperasian jalur fiber optik bawah tanah merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun infrastruktur digital yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
 
"Kami memilih untuk terus mengembangkan jaringan fiber optik bawah tanah karena infrastruktur ini menawarkan tingkat keandalan yang lebih tinggi dibandingkan jaringan fiber udara,” kata Agus.
 
“Seluruh jaringan dibangun di bawah tanah dengan kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter, sehingga memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai risiko eksternal, seperti cuaca ekstrem maupun aktivitas konstruksi,” jelasnya.
 
“Hal ini memungkinkan kami menghadirkan konektivitas yang lebih stabil, memperkuat redundansi jaringan, dan memastikan layanan tetap andal untuk mendukung kebutuhan konektivitas yang bersifat mission-critical," tambah Agus.
 

Pertumbuhan Data Center Dorong Kebutuhan Konektivitas

Indonet menilai pengembangan jaringan ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan industri data center di Indonesia. 
 
Mengutip laporan Indonesia Data Center – Market Share Analysis, Industry Trends & Statistics, Growth Forecasts (2026–2031) dari Globe Newswire, nilai pasar data center Indonesia diproyeksikan meningkat dari sekitar USD 1,83 miliar pada 2026 menjadi USD 3,48 miliar pada 2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 13,71%.
 
Tren tersebut diperkirakan akan semakin meningkatkan kebutuhan akan infrastruktur konektivitas yang mampu menghubungkan berbagai fasilitas data center secara cepat, aman, dan andal.
 
Direktur Sales & Marketing Indonet Yudie Haryanto mengatakan pertumbuhan data center tidak hanya berarti bertambahnya kapasitas komputasi, tetapi juga meningkatnya kebutuhan interkoneksi berkualitas tinggi.
 
"Saat ini pertumbuhan data center tidak hanya berarti bertambahnya kapasitas komputasi, tetapi juga meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang mampu menghubungkan data center secara cepat, aman, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
 
“Kualitas interkoneksi menjadi faktor penting untuk menjaga performa aplikasi, memastikan kontinuitas layanan, serta mendukung pertukaran data dengan latensi yang rendah,” tambah Yudie.
 
“Melalui pengembangan jaringan fiber optik bawah tanah dan peningkatan kapasitas backbone network, Indonet hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur konektivitas yang andal, scalable, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan saat ini," ujar Yudie.
 
Penguatan jaringan ini juga mendukung pengembangan ekosistem data center nasional, termasuk CGK Campus berkapasitas 500 MW di Bekasi yang tengah dikembangkan oleh Digital Edge Indonesia. Menurut Indonet, integrasi platform konektivitas dan data center tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan AI, cloud, serta ekonomi digital Indonesia.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA