Jakarta: Beberapa tahun lalu, artificial intelligence (AI) masih terasa seperti sesuatu dari dunia fiksi dan hanya dijajaki oleh segelintir pihak yang berani bereksperimen. Kini, AI telah melampaui berbagai hambatan dan menjangkau usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai teknologi yang semakin mudah diakses serta semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sebagian besar perusahaan memandang teknologi sebagai mitra untuk menjadi investasi bertumbuh, berinovasi, dan modern. Dengan demikian, akses bukan lagi persoalan utama; tantangan baru kini terletak pada bagaimana membuat pilihan yang tepat.
Di tengah banyaknya pilihan, pengambilan keputusan menjadi semakin kompleks karena tidak semua perangkat atau solusi sesuai dengan kebutuhan setiap UKM (Usaha Kecil Menengah), dan tidak semua investasi memberikan dampak yang sama bagi bisnis. Sering kali, perbedaan antara terus berkembang dan tertinggal bukan terletak pada besarnya investasi, melainkan pada cara keputusan tersebut dibuat.
Pilihan ini menjadi semakin penting seiring perkembangan AI. Kita tengah beralih dari asisten yang merespons instruksi satu per satu menuju sistem agentic AI yang dapat bernalar, mengambil informasi, menggunakan berbagai alat, dan menjalankan alur kerja bertahap.
Bagi UKM, perkembangan ini membuka peluang baru untuk mengotomatiskan pekerjaan rutin dan meningkatkan hal-hal yang dapat diselesaikan karyawan, sehingga mereka dapat lebih berfokus pada hubungan dengan pelanggan, kreativitas, dan pengambilan keputusan yang bernilai lebih tinggi.
Pada saat yang sama, transformasi digital terus mendorong kebutuhan baru: konektivitas yang lebih luas, lebih banyak data dan aplikasi, serta tuntutan yang lebih besar terhadap perangkat. Seiring AI semakin terintegrasi dalam pekerjaan sehari-hari, kebutuhan akan sumber daya komputasi juga akan meningkat. Dalam kondisi ini, infrastruktur, khususnya kapasitas komputasi, menjadi faktor yang semakin menentukan.
Integrasi neural processing unit (NPU) pada perangkat memungkinkan kemampuan AI yang sesuai dijalankan secara lokal dan efisien, tanpa sepenuhnya bergantung pada cloud. Hal ini memungkinkan fitur seperti asisten cerdas, otomatisasi tugas, pemrosesan data secara real-time, dan peningkatan pengalaman pengguna, dengan kecepatan dan efisiensi yang lebih baik.
Seiring meningkatnya penggunaan AI, pilihan tersebut juga memiliki dimensi ekonomi. AI berbasis cloud tetap menjadi bagian penting, tetapi beban kerja AI dan agentic AI yang sering dijalankan juga dapat menimbulkan biaya berulang berdasarkan penggunaan.
AI lokal memberi UKM pilihan lain untuk penyesuaian beban kerja, sehingga mereka dapat mempertimbangkan kapabilitas, kecepatan respons, kendali atas data, dan biaya berkelanjutan saat menentukan di mana AI sebaiknya dijalankan. Ini bukan soal memilih AI lokal daripada cloud, melainkan memiliki fleksibilitas untuk menggunakan masing-masing sesuai kebutuhan.
Dampaknya melampaui aspek teknis. Bagi UKM, perangkat yang siap mendukung AI berarti menjadikan komputer sebagai mitra aktif yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga membantu pengguna, mengotomatiskan proses, mengoptimalkan sumber daya, dan meningkatkan pengambilan keputusan.
Alih-alih menambah kompleksitas, AI yang terintegrasi dapat menyederhanakan pekerjaan sehari-hari dan meningkatkan produktivitas tanpa memerlukan investasi tambahan yang besar pada infrastruktur. Yang lebih penting, teknologi ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi UKM untuk mengadopsi AI sesuai kebutuhan, sumber daya, dan prioritas bisnis masing-masing.
Adopsi teknologi semacam ini bukan sekadar peningkatan bertahap, melainkan keputusan strategis yang memungkinkan UKM berkembang dengan lebih lincah dan lebih siap menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompetitif.
Pada akhirnya, yang terpenting adalah memilih teknologi yang mendukung pertumbuhan, bukan justru menjadi penghambat. UKM telah mengambil langkah pertama dengan mengadopsi perangkat baru dan menyesuaikannya dengan kebutuhan mereka.
Tantangan berikutnya adalah melangkah maju dan menentukan cara memanfaatkannya untuk menciptakan nilai nyata. Sebab, dalam perjalanan ini, yang benar-benar membedakan bukanlah akses terhadap segala hal, melainkan kemampuan memilih apa yang memang dibutuhkan.
(Alexey Navolokin, General Manager, APAC)
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan