Meta menyebut perangkat ini dibangun di atas teknologi yang telah digunakan pada lini AI glasses sebelumnya, namun hadir dengan desain baru, lebih banyak pilihan model, serta integrasi kecerdasan buatan yang lebih canggih sejak hari pertama peluncuran.
Yang menarik, Meta Glasses menjadi produk pertama perusahaan yang langsung dibekali Meta AI berbasis Muse Spark, model AI terbaru dari Meta Superintelligence Labs yang dirancang khusus untuk perangkat konsumen.
Harga Meta Glasses Mulai USD299
Meta Glasses dipasarkan mulai dari USD299 atau sekitar Rp4,87 juta dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS. Harga tersebut menjadikannya jauh lebih murah dibanding beberapa perangkat smart glasses premium yang pernah diperkenalkan Meta sebelumnya.Perangkat ini mulai dijual di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan sejumlah negara Eropa lainnya. Meta menyatakan distribusi akan diperluas ke pasar tambahan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.
Tidak seperti kebanyakan perangkat wearable yang cenderung mengutamakan fungsi dibanding estetika, Meta Glasses mencoba menggabungkan keduanya.
Meta menghadirkan tiga model utama:
-Meta Adventurer dengan desain bingkai persegi panjang
-Meta Fury dengan tampilan lebih tegas dan berani
-Meta Glasses by Kylie yang menggunakan bingkai oval tipis hasil kolaborasi dengan Kylie Jenner
Ketiganya tersedia dalam 26 kombinasi warna, lensa, dan ukuran berbeda. Pengguna juga dapat memesan lensa resep sehingga tetap bisa digunakan sebagai kacamata sehari-hari.
Meta AI dengan Muse Spark Jadi Senjata Utama
Fitur paling penting dari Meta Glasses adalah integrasi Meta AI yang kini ditenagai Muse Spark.Melalui tombol khusus di sisi bingkai, pengguna dapat langsung mengakses asisten AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mencari informasi, menjawab pertanyaan, mengatur jadwal, hingga mendapatkan rekomendasi lokasi atau restoran secara hands-free.
Meta mengklaim Muse Spark memiliki kemampuan multimodal yang lebih baik sehingga mampu memahami konteks visual dari apa yang sedang dilihat pengguna.
Dengan pendekatan tersebut, Meta ingin menjadikan kacamata sebagai perangkat AI yang selalu aktif dan dapat digunakan sepanjang hari tanpa harus terus-menerus mengeluarkan smartphone.
Bisa Foto, Video, dan Mendengarkan Musik
Selain AI, Meta Glasses juga membawa sejumlah fitur yang sudah familiar di lini smart glasses perusahaan.Pengguna dapat mengambil foto dan video secara hands-free melalui kamera yang terintegrasi pada bingkai kacamata. Perangkat juga dibekali speaker open-ear sehingga pengguna bisa mendengarkan musik, podcast, audiobook, maupun menerima panggilan telepon tanpa menutup telinga dari suara sekitar.
Meta turut menyematkan sistem multi-mikrofon dengan teknologi peredam kebisingan angin untuk meningkatkan kualitas panggilan suara dan perintah berbasis suara.
Baterai Tahan Seharian
Untuk daya tahan, Meta Glasses diklaim mampu digunakan lebih dari delapan jam dalam sekali pengisian daya. Angka tersebut meningkat dibanding beberapa generasi smart glasses sebelumnya.Perusahaan juga menyediakan charging case portabel yang dapat memberikan tambahan daya hingga 40 jam sehingga pengguna tidak perlu terlalu sering mencari colokan listrik saat bepergian.
Segera Punya Navigasi dan Terjemahan Real-Time
Meta juga menyiapkan sejumlah fitur baru yang akan hadir melalui pembaruan perangkat lunak.Salah satunya adalah navigasi pejalan kaki berbasis petunjuk arah langkah demi langkah tanpa memerlukan layar. Selain itu, Meta akan menambahkan dukungan live translation untuk 14 bahasa baru, termasuk Jepang, Mandarin, Korea, dan Hindi.
Meta juga memperkenalkan fitur Dynamic Photo yang secara otomatis mengambil beberapa frame sekaligus dan merekomendasikan hasil terbaik kepada pengguna sebelum dibagikan ke media sosial.
Peluncuran Meta Glasses memperlihatkan ambisi Meta untuk memperluas pasar AI wearable di luar lini Ray-Ban Meta dan Oakley Meta.
Menurut data IDC yang dikutip Reuters, Meta menguasai lebih dari 76 persen pasar smart glasses global pada tahun lalu. Kehadiran Meta Glasses dengan harga yang lebih terjangkau dinilai dapat mempercepat adopsi perangkat AI wearable di kalangan konsumen umum.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda