Kenaikan ini mengindikasikan bahwa persiapan masyarakat kini lebih terencana, dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dimanfaatkan sebagai alat strategis untuk menyusun rencana produktivitas dan spiritual jauh hari sebelum memasuki bulan puasa.
Grace Chua, Head of Communications OpenAI Southeast Asia, menyatakan bahwa pertanyaan bertipe cara praktis atau how-to termasuk dalam lima prompt yang paling banyak ditemukan di Indonesia.
Selama Ramadan, tren pertanyaan ini meluas mencakup rutinitas harian, persiapan menu sahur dan berbuka yang lebih sehat, ide jualan, hingga strategi meningkatkan keuntungan bisnis musiman. Fenomena ini memperlihatkan bahwa ChatGPT telah menjadi rekan yang memfasilitasi pengambilan keputusan penggunanya selama bulan suci.
Tren persiapan Ramadan yang semakin terencana ini menunjukkan perpaduan antara ibadah, produktivitas, kreativitas, dan konektivitas, dengan ChatGPT menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Untuk mendukung adaptasi kebiasaan ini, ChatGPT merangkum tiga area praktis di mana teknologi dapat membantu menjadikan aktivitas Ramadan lebih mudah dan bermakna:
1. Rencanakan Sahur dan Buka Puasa
Pada awal Ramadan, aktivitas di dapur rumah tangga melonjak, tercermin dari peningkatan pencarian resep memasak sebesar 38% dan topik nutrisi serta diet sebesar 29% di ChatGPT dari bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang lebih tinggi dalam menjaga hidrasi, energi, dan keseimbangan tubuh saat berpuasa.Alih-alih merasa bingung, pengguna kini dapat memanfaatkan ChatGPT untuk menyusun rencana makan (meal planning) yang personal. Dengan memasukkan preferensi diet, bahan yang tersedia di kulkas, tujuan kesehatan (tanpa mengabaikan saran profesional), dan anggaran belanja, ChatGPT dapat memberikan rekomendasi menu yang lebih relevan.
2. Optimalisasi Produktivitas Selama Ramadan
Sepanjang bulan suci, ChatGPT dapat bertindak sebagai asisten untuk menyusun jadwal harian yang selaras dengan waktu sahur, jam kerja, hingga berbuka puasa. Pemanfaatan Agent Mode direkomendasikan untuk menyusun skala prioritas tugas, merekomendasikan rutinitas realistis saat energi menurun, dan menyusun rencana olahraga ringan.Mode ini juga membantu eksekusi pekerjaan, mulai dari riset, mengorganisir informasi, hingga menyusun draf email. Selain itu, dengan izin pengguna, Agent Mode dapat memeriksa Google Calendar untuk menghindari jadwal bentrok dan menyarankan waktu yang paling optimal.
3. Gali Peluang Pendapatan Tambahan di Bulan Ramadan
Perubahan pada rutinitas dan pola konsumsi di bulan Ramadan turut membuka peluang bisnis baru. Prompt terkait riset bisnis dan pemasaran melonjak 31% dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan semakin banyak orang yang mengeksplorasi peluang mengubah kebutuhan musiman menjadi pendapatan tambahan.ChatGPT dapat membantu menguji ide bisnis sesuai modal dan keahlian, menyusun lini masa produksi, skenario harga, hingga mempertajam pesan pemasaran. Bahkan, pengguna dapat meminta AI untuk membuat struktur Google Sheets untuk melacak laba kotor, laba bersih, dan harga pokok penjualan (HPP) usaha kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News