Pemerintah menargetkan kapasitas data center Indonesia naik dari sekitar 180 MW menjadi 1,3 GW untuk menopang perkembangan AI dan ekonomi digital.
Pemerintah menargetkan kapasitas data center Indonesia naik dari sekitar 180 MW menjadi 1,3 GW untuk menopang perkembangan AI dan ekonomi digital.

Dorong AI, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center Indonesia 1,3 GW

Cahyandaru Kuncorojati • 26 Agustus 2026 18:33
Ringkasnya gini..
  • Kapasitas data center Indonesia ditargetkan naik dari 180 MW menjadi 1,3 GW.
  • Penguatan data center disiapkan untuk menopang pertumbuhan AI dan transformasi digital.
  • Pemerintah mengaitkan ekspansi ini dengan transisi menuju energi bersih.
Jakarta: Pemerintah menargetkan kapasitas data center Indonesia meningkat dari sekitar 180 megawatt (MW) menjadi 1,3 gigawatt (GW) seiring semakin kuatnya kebutuhan infrastruktur untuk pengembangan artificial intelligence (AI) dan transformasi digital.
 
Target tersebut disampaikan Chairul Saleh, Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, saat membuka ASEAN Innovation Business Platform (AIBP) Conference & Exhibition ke-54 di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
 
Chairul menempatkan penguatan infrastruktur digital sebagai bagian dari perubahan yang lebih besar. Menurutnya, AI tidak lagi dipandang pemerintah hanya sebagai tren teknologi, tetapi sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru.

"Untuk Indonesia, AI bukan sekadar tren teknologi masa depan. Pemerintah memandang AI sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru dan game changer strategis," ujarnya.
 

Data Center Jadi Fondasi Pertumbuhan AI

Perkembangan AI membutuhkan fondasi komputasi yang semakin kuat. Dalam pemaparannya, Chairul menyebut pemerintah terus memperkuat infrastruktur fisik, termasuk meningkatkan kapasitas data center nasional dari sekitar 180 MW menuju target 1,3 GW.
 
Ekspansi tersebut juga disebut didukung oleh transisi menuju energi bersih, sehingga pertumbuhan infrastruktur AI tidak hanya mengejar kapasitas, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan energi yang lebih andal dan berkelanjutan.
 
Peningkatan kapasitas itu menjadi semakin relevan ketika AI mulai digunakan lebih luas di sektor bisnis dan pemerintahan. Infrastruktur data center diperlukan untuk menopang komputasi, penyimpanan data, dan berbagai layanan digital yang menjadi bagian dari ekosistem AI.
 

Pemerintah Proyeksikan AI Dongkrak Ekonomi

Dorong AI, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center Indonesia 1,3 GW
 
Menurut Chairul, investasi pada infrastruktur AI juga berkaitan dengan ambisi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Pemerintah memproyeksikan adopsi AI secara luas berpotensi meningkatkan output ekonomi Indonesia hingga 15 persen pada 2035. Karena itu, pengembangan AI tidak diposisikan sebagai proyek teknologi semata, melainkan bagian dari strategi ekonomi.
 
Namun, infrastruktur saja tidak cukup. Chairul menilai Indonesia harus memastikan teknologi tersebut diikuti kesiapan talenta dan ekosistem bisnis.
 
"Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar atau konsumen teknologi asing. Kita harus menjadi pemain kunci, pembangun ekosistem, dan tuan rumah di negeri sendiri," ungkapnya.
 

Data Center Harus Diikuti Talenta AI

Penguatan kapasitas komputasi juga berjalan bersamaan dengan kebutuhan meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Chairul menyebut sekitar 21,7 persen pekerja Indonesia berada pada pekerjaan yang terpapar generative AI. Di kawasan ASEAN, sekitar 22,9 persen pekerjaan atau hampir 80 juta pekerja memiliki setidaknya tingkat paparan moderat terhadap GenAI.
 
Pemerintah menjalankan program seperti ILIP-ALTI Indonesia dan AI Talent Factory untuk menghasilkan talenta digital siap kerja. Chairul menilai keberhasilan program tersebut tetap membutuhkan keterlibatan aktif industri.
 
Di sisi lain, pengembangan infrastruktur juga perlu menjawab kebutuhan penggunaan AI yang semakin luas. Pemerintah mendorong perusahaan memanfaatkan data analytics untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan produktivitas UMKM, serta menciptakan produk dan layanan baru.
 
Besarnya target kapasitas data center menunjukkan bahwa pemerintah melihat kebutuhan komputasi sebagai salah satu fondasi penting ekonomi digital berikutnya. Namun, Chairul mengingatkan transformasi tersebut tidak boleh hanya menghasilkan mesin yang semakin pintar sementara pekerja tertinggal.
 
"Kalau transformasi digital hanya menghasilkan mesin yang semakin cerdas sementara mayoritas pekerja tertinggal, transformasi itu akan menjadi sumber ketimpangan baru," tegasnya.
 
Sebaliknya, teknologi diharapkan digunakan untuk meningkatkan keterampilan, memperluas kesempatan, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan pekerjaan baru.
 
Melalui AIBP Conference & Exhibition ke-54 yang berlangsung 26-27 Agustus 2026, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan ekosistem AI Indonesia perlu berjalan pada dua sisi sekaligus yaitu memperkuat infrastruktur komputasi dan mempersiapkan manusia yang akan menggunakannya.
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA