Sennheiser melihat penyempitan spektrum RF dan tekanan waktu sebagai tantangan audio profesional yang coba dijawab melalui teknologi Spectera.
Sennheiser melihat penyempitan spektrum RF dan tekanan waktu sebagai tantangan audio profesional yang coba dijawab melalui teknologi Spectera.

Sennheiser Andalkan Spectera Hadapi Tantangan RF

Lufthi Anggraeni • 18 September 2026 09:51
Ringkasnya gini..
  • Sennheiser melihat penyempitan spektrum RF sebagai tantangan utama produksi audio profesional.
  • Spectera memanfaatkan arsitektur bidirectional untuk mendukung pengelolaan audio berbasis data.
  • Perubahan industri membuat engineer dituntut memahami audio, RF, IT, dan teknologi terkait lainnya.
Jakarta: Sennheiser melihat penyempitan spektrum frekuensi radio (RF) menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan audio profesional, terutama pada produksi berskala besar. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap teknologi lebih efisien dalam memanfaatkan spektrum sekaligus menyederhanakan alur kerja tim audio.

Manager Technical Application Engineering Sennheiser, Volker Schmitt, mengatakan produksi audio saat ini juga menghadapi tekanan waktu semakin tinggi. Tim produksi dituntut menghasilkan kualitas pertunjukan tetap optimal dengan waktu persiapan semakin singkat.

Spektrum RF Makin Terbatas

Menurut Schmitt, efisiensi spektrum menjadi kebutuhan penting karena ruang frekuensi tersedia untuk perangkat wireless semakin terbatas. Pada saat bersamaan, produksi skala besar dapat membutuhkan puluhan hingga ratusan channel untuk berbagai perangkat audio.

“Kita harus lebih efisien dalam hal spektrum. Itu salah satu hal yang sangat, sangat penting. Teknologi Spectera menyediakan hal ini. Jadi, menyederhanakan alur kerja,” ujar Schmitt.

Schmitt menilai tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga perubahan kebutuhan tenaga profesional di industri audio. Produksi kini membutuhkan personel dengan kemampuan lebih luas sehingga tidak selalu memungkinkan menyediakan satu tenaga khusus untuk menangani RF.

Schmitt juga menyebut generasi baru tenaga audio kini perlu memahami berbagai bidang secara bersamaan, termasuk video, teknologi informasi (IT), RF, dan audio. Perubahan tersebut membuat solusi audio dituntut semakin mudah dikelola dan dioperasikan.

Spectera Bawa Pengelolaan Berbasis Data

Spectera dirancang dengan arsitektur wideband dan bidirectional untuk memberikan akses terhadap data dari perangkat audio secara langsung. Menurut Schmitt, pendekatan tersebut memungkinkan tim teknis mengambil keputusan berdasarkan data aktual, bukan sekadar perkiraan atau pengalaman subjektif.

Dalam penggunaan sistem in-ear monitoring (IEM), misalnya, komunikasi dua arah memungkinkan tim teknis memperoleh informasi dari unit receiver pada bodypack. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan tindakan selama produksi berlangsung.

Schmitt mengatakan pendekatan berbasis data tersebut turut memperpendek waktu persiapan sistem. Dalam kondisi persiapan sudah dilakukan dengan baik, Schmitt menyebut sistem Spectera yang rumit dapat disiapkan dalam waktu sekitar lima hingga tujuh menit.

Selain mempercepat persiapan, pengelolaan berbasis data memungkinkan tim memperoleh informasi mengenai kondisi perangkat secara lebih menyeluruh. Hal tersebut mendukung kebutuhan produksi modern dengan tuntutan workflow sederhana, mudah dipantau, dan dapat diandalkan.

Kebutuhan Engineer Audio Ikut Berubah

Perubahan teknologi juga berdampak pada peran engineer di lapangan. Schmitt menilai spesialis RF khusus berpotensi semakin berkurang karena produksi tidak selalu dapat menyediakan satu personel yang hanya menangani sistem RF.

Sebagai gantinya, tenaga profesional generasi baru dituntut memiliki cakupan pengetahuan lebih luas. Mereka perlu memahami berbagai aspek produksi sehingga dapat menangani kebutuhan audio sekaligus berinteraksi dengan sistem IT dan teknologi lainnya.

Perubahan tersebut menjadi salah satu alasan Sennheiser mengembangkan solusi dengan pengoperasian lebih sederhana. Dengan workflow lebih terintegrasi dan akses terhadap data perangkat, tim produksi dapat mengelola sistem wireless tanpa harus bergantung sepenuhnya pada proses manual.

Bagi Sennheiser, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa masa depan audio profesional tidak hanya ditentukan oleh kualitas suara, tetapi juga kemampuan sistem dalam mengelola data, menyederhanakan workflow, serta menggunakan spektrum RF secara lebih efisien.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA