iPhone lipat pertama Apple dikabarkan dibanderol mulai USD2.199, dan harganya naik dari target awal akibat kenaikan biaya komponen memori.
iPhone lipat pertama Apple dikabarkan dibanderol mulai USD2.199, dan harganya naik dari target awal akibat kenaikan biaya komponen memori.

iPhone Lipat Apple Dikabarkan Dibanderol Rp39 juta

Lufthi Anggraeni • 09 September 2026 11:30
Ringkasnya gini..
  • Apple dikabarkan membahas harga awal iPhone lipat sekitar USD2.199, naik dari target awal USD1.999.
  • Varian dengan penyimpanan lebih besar disebut berpotensi mendekati USD3.000.
  • Harga tersebut masih berupa laporan dan belum dikonfirmasi sebagai harga resmi oleh Apple.
Jakarta: Apple dikabarkan tengah mempertimbangkan harga sekitar USD2.199 (Rp38,6 juta) untuk iPhone lipat pertamanya. Angka tersebut memang tergolong sangat tinggi untuk smartphone, tetapi justru disebut lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah perkiraan harga sebelumnya.

Sebagai informasi, prediksi sebelumnya menempatkan perangkat tersebut di kisaran USD2.300 (Rp40,4 juta) hingga USD2.500 (Rp43,9 juta). Informasi tersebut muncul menjelang agenda Apple yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 September 2026. Mengutip Digital Trends, Apple telah membahas harga perangkat tersebut hingga USD2.199 (Rp38,6 juta).

Sementara itu, konfigurasi dengan kapasitas penyimpanan lebih besar berpotensi mendekati USD3.000 (Rp52,7 juta). Meski demikian, perlu dicatat bahwa angka tersebut belum merupakan harga resmi Apple. 

Harga yang dibahas dalam laporan masih berupa informasi yang berasal dari sumber internal dan belum diumumkan perusahaan.

Target Harga Awalnya Lebih Rendah

Harga USD2.199 (Rp38,6 juta) sebenarnya merupakan kenaikan dari target awal Apple. Menurut laporan Bloomberg, Apple pada tahap awal pengembangan disebut menargetkan harga mulai USD1.999 (Rp35,1 juta) untuk perangkat lipat tersebut.

Target tersebut dirancang agar Apple dapat mempertahankan harga di bawah ambang psikologis USD2.000 (Rp35,1 juta). Namun, perkembangan biaya komponen membuat Apple dikabarkan harus mengevaluasi kembali target tersebut. 

Salah satu faktor yang disebut berpengaruh adalah kelangkaan memori global, menyebabkan biaya komponen meningkat dan membuat Apple melampaui target biaya produksi sebelumnya. Dengan target baru USD2.199 (Rp38,6 juta), iPhone lipat Apple akan berada jauh di atas harga iPhone reguler. 

Sebagai perbandingan, iPhone standar saat ini disebut mulai dari USD799 (Rp14,03 juta), sedangkan iPhone 17 Pro memiliki harga awal USD1.099 (Rp19,3 juta). Dengan demikian, model lipat tersebut berpotensi menjadi salah satu iPhone termahal yang pernah ditawarkan Apple.

Namun, harga tinggi tersebut bukan berarti sepenuhnya tidak lazim di pasar smartphone lipat premium. Perangkat lipat terbaru dari Samsung dan Google juga telah berada di kisaran harga USD1.899 (Rp33,4 juta), sehingga Apple masih berada dalam rentang harga relatif kompetitif untuk kategori tersebut.

iPhone-Fold-back-camera-visor

Varian Penyimpanan Bisa Mendekati USD3.000

Selain harga awal sekitar USD2.199 (Rp38,6 juta), laporan tersebut juga menyebut potensi hadirnya konfigurasi dengan kapasitas penyimpanan lebih tinggi. Varian tersebut diperkirakan dapat memiliki harga yang mendekati USD3.000 (Rp52,7 juta).

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa Apple kemungkinan akan menempatkan iPhone lipat sebagai perangkat premium dengan segmen pasar berbeda dari lini iPhone konvensional. Apple disebut menyadari adanya potensi sticker shock atau keterkejutan konsumen terhadap harganya.

Meski demikian, Apple memiliki alasan untuk meyakini bahwa sebagian konsumennya bersedia membayar mahal. Beberapa model iPhone Pro dengan kapasitas penyimpanan tertinggi sudah dapat mendekati angka USD2.000 (Rp35,1 juta). 

Keberhasilan model tersebut disebut ikut meyakinkan Apple bahwa pasar untuk perangkat lipat kelas premium tetap tersedia. Apple juga memiliki skema pembiayaan dan program tukar tambah yang berpotensi membantu mengurangi dampak harga jual tinggi bagi konsumen. 

Sebagai informasi, program berlangganan Apple Upgrade, promosi trade-in, serta cicilan dari operator seluler dapat menjadi cara untuk membuat perangkat tersebut lebih mudah dijangkau.
   

Dikembangkan Selama Bertahun-tahun

iPhone lipat Apple sendiri disebut bukan produk yang dikembangkan dalam waktu singkat. Menurut laporan mengenai sejarah pengembangannya, Apple telah mengeksplorasi teknologi perangkat lipat sejak sekitar tahun 2016. 

Tim hardware Apple disebut telah mempelajari layar lipat dan komponen terkait bahkan sebelum Samsung memperkenalkan Galaxy Fold pertama pada tahun 2019. Mantan CEO Apple Tim Cook juga disebut memiliki peran penting dalam mempercepat pengembangan perangkat tersebut. 

Sekitar tahun 2020, Cook dilaporkan menjadi semakin tertarik terhadap smartphone lipat setelah melihat penggunaan perangkat sejenis di Asia, termasuk produk dari Samsung dan Huawei. Sebelum fokus diarahkan pada iPhone lipat, Apple disebut sempat mempertimbangkan konsep perangkat lebih menyerupai iPad mini yang dapat dibuka menjadi tablet berukuran lebih besar. 

Namun, arah pengembangan kemudian bergeser menuju perangkat yang lebih mainstream dalam bentuk iPhone yang dapat dilipat.

Harga Resmi Masih Menunggu Pengumuman Apple

Terlepas dari berbagai laporan tersebut, angka USD2.199 (Rp38,6 juta) belum dapat dianggap sebagai harga resmi iPhone lipat Apple. Angka tersebut masih berasal dari laporan mengenai pembahasan internal perusahaan.

Apple dijadwalkan menggelar acara pada tanggal 9 September 2026. Agenda tersebut menjadi momen penting untuk mengetahui apakah perangkat lipat benar-benar diperkenalkan sekaligus mengungkap harga, pilihan penyimpanan, serta detail ketersediaannya.

Jika harga USD2.199 (Rp38,6 juta) benar-benar terealisasi, iPhone lipat pertama Apple akan memasuki pasar dengan banderol premium. Namun, dibandingkan perkiraan sebelumnya yang mencapai USD2.300 (Rp40,4 juta) hingga USD2.500 (Rp43,9 juta), angka tersebut justru dapat dianggap lebih rendah dari ekspektasi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA