Ilustrasi.
Ilustrasi.

Interpol: Kejahatan Siber Semakin Mencemaskan Selama Pandemi

Teknologi teknologi cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 05 Agustus 2020 18:58
Jakarta: Kejahatan siber atau serangan siber semakin menjadi selama pandemi Covid-19 dibandingkan hari biasanya. Fakta ini ditemukan berdasarkan penelusuran badan siber dari kepolisian internasional atau Interpol.
 
Aksi ini disebut meningkat karena semakin banyak pegawai yang bekerja dari rumah. Artinya, perlindungan siber yang mereka miliki tidak akan tebal dan kuat seperti saat bekerja menggunakan jaringan internal kantor.
 
Dikutip dari Digital Trends, kejahatan atau serangan siber ini menargekan pegawai dari organisasi besar yang menerapkan bekerja dari rumah, mulai dari individu, bisnis kecil, korporasi, pemerintahan, dan infrastruktur vital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Interpol mengungkap bahwa kebijakan bekerja dari rumah ternyata tidak dibarengi oleh dukungan perlindungan siber online seperti yang mereka dapatkan di kantor. Hal ini menyebabkan beragam serangan siber dengan tujuan untuk mencuri data dan menghasilkan keuntungan bagi pelakunya.
 
"Penjahat siber terus berkembang dan meningkat, mengeksploitasi rasa takut dan ketidak pastian yang disebabkan kondisi sosial dan ekonomi selama pandemi Covid-19," tutur Secretary General Interpol, Jurgen Stock.
 
Pihak mencatat ada beberap jenis serangan siber yang aktif dilancarkan terutama metode phishing. Metode ini dilakukan dalam bentuk email palsu berisi file yang disusupi malware.
 
Pelaku akan membuat email ini terlihat resmi dari pihak tertentu atau lingkaran pertemanan korban sehingga mudah dipercaya. Metode serangan siber lainnya adalah ransomware, yaitu mengunci akses data di perangkat korban dan meminta tebusan apabila korban ingin bisa kembali mengaksesnya.
 
Beberapa jenis serangan siber juga berpura-pura sebagai pemerintah atau badan kesehatan dengan menggunakan modus informasi mengenai pandemi Covid-19. Efeknya, serangan mereka tidak akan dicurgai dan memakan korban lebih banyak.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif