Ilustrasi.
Ilustrasi.

Serangan Ransonware ke Rumah Sakit Makan Korban Jiwa

Teknologi teknologi cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 20 September 2020 13:13
Jakarta: Belum pernah terjadi sebuah seragan siber berakibat terhadap hilangnya nyawa manusia. Namun, hal ini terjadi setelah sebuah rumah sakit di Jerman menerima serangan siber jenis ransomware yang mengacaukan manajemen pasien di fasilitas tersebut.
 
Dilaporkan bahwa Duesseldorf University Clinic mengalami serangan ransomware terhadap beberapa server manajemen rumah sakit pada hari Kamis lalu, 17 September 2020. Hal ini berakibat data pasien termasuk jadwal operasi medis menjadi kacau.
 
Dikutip dari Gizmodo, pihak rumah sakit akhirnya menangguhkan penanganan pasien dan mengalihkannya ke layanan rumah sakit lain. Sayangnya, seorang pasien dalam kondisi darurat justru wafat dalam perjalanan menuju rumah sakit lain terdekat yang jaraknya sekitar 32km.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan investigasi kepolisian setempat, serangan siber tersebut salah alamat. Serangan ransomware ini diketahui tidak ditujukan ke sistem teknologi informasi dari Duesseldorf University Clinic, melainkan lembaga Heinrich Heine University.
 
Tim investigasi siber yang berhasil menemukan kontak dengan pelaku serangan ransomware ini akhirnya melaporkan kondisi ini. Pelaku serangan siber akhirnya bersedia membuka kunci akses server manajemen rumah sakit yang menjadi korban salah sasaran.
 
Kasus ini menjadi sebuah bukti bahwa serangan ransomware tidak bisa diremehkan. Apabila sebuah serangan siber menargetkan fasilitas layanan publik yang sangat vital maka dampaknya bisa sangat serius.
 
Kasus serupa di bulan Mei juga menimpa perusahaan produsen teknologi GPS dan jam tangan pintar Garmin. Akibat serangan ransomware pada jaringan teknologi GPS mereka sejumlah penerbangan terancam terganggu karena banyak pesawat atau aviasi menggunakan dukungan GPS Garmin.
 
Ransomware adalah bentuk serangan siber yang dilakukan pelaku dengan cara mengunci akses data milik korban dan akan meminta tebusan uang. Namun pelaku serangan siber belum tentu memberikan akses karena tujuannya adalah memeras uang korban ransomware.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif