Engadget melaporkan, pertimbangan tersebut sebagai kelanjutan dari langkah yang diambil HTC pada tahun lalu, saat kendali bisnis Vive diberikan kepada anak perusahaan miliknya. HTC juga mempertimbangkan untuk menjual perusahaan secara keseluruhan, termasuk bisnis smartphone dan VR, meski dinilai kurang sesuai untuk pembeli tunggal.
Hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait dengan pembeli potensial ataupun jangka waktu penawarannya. Pertimbangan untuk menjual bisnisnya turut mengindikasikan kesulitan yang dialami oleh perusahaan teknologi asal Taiwan tersebut untuk tetap dapat bertahan di industri.
Meskipun demikian, HTC mengalami nasib baik di ranah smartphone dalam beberapa tahun terakhir, terkait kualitas produk yang dihadirkannya. HTC 10 yang dirilis pada 2016 dan U11 yang dirilis pada tahun ini merupakan ponsel terbaik yang diproduksi oleh HTC pada beberapa tahun terakhir dan menjadi perangkat yang sering direkomendasikan oleh berbagai situs.
HTC juga merupakan produsen di balik ponsel Pixel pertama Google, mendukung kredibilitas yang diusung oleh merek tersebut. Memiliki sejumlah perangkat berkualitas baik nyatanya belum mampu menjadikan nama HTC sebesar Samsung dan Apple, mengakibatkannya kesulitan terkait pendapatan dan keuangan.
Pertimbangan untuk menjual bisnis Vive VR, sebagai satu-satunya bagian HTC yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan tersebut, masih diragukan dapat membantu HTC untuk dapat bertahan dalam jangka waktu panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News