Kominfo menggandeng BSSN untuk membentuk Kominfo-Computer Security Incident Response Team.
Kominfo menggandeng BSSN untuk membentuk Kominfo-Computer Security Incident Response Team.

Kominfo Gandeng BSSN untuk Antisipasi Insiden Keamanan Siber

Teknologi Kominfo teknologi cyber security
Lufthi Anggraeni • 03 Juli 2021 12:40
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam pembentukan Kominfo-Computer Security Incident Response Team (CSIRT), guna mengantisipasi insiden keamanan siber di lingkungan Kominfo.
 
“Kementerian Kominfo perlu menyiapkan strategi dan langkah-langkah komprehensif, dari antisipasi mitigasi hingga penanggulangan dan pemulihan bila terjadi insiden keamanan siber. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, khususnya pemulihan insiden keamanan siber, perlu dibentuk Computer Security Incident Response Team,” ujar Sekretaris Jenderal Kominfo Mirra Tayyiba.
 
Kominfo-CSIRT (KCSIRT) ini mengusung tiga tujuan utama yaitu mewujudkan ketahanan siber handal dan profesional, melakukan koordinasi dan kolaborasi layanan keamanan siber, serta membangun kapasitas sumber daya keamanan siber.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KCSIRT ini disebut selaras dengan arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Selain itu, KCSIRT juga akan berperan sebagai wadah koordinasi antar unit atau pemangku kepentingan di lingkungan Kominfo terkait keamanan informasi.
 
Mira menjelaskan bahwa KCSIRT tidak hanya akan beranggotakan tim dari Pusat Data dan Sarana Informatika (PDSI), tapi juga akan melibatkan perwakilan unit kerja eselon I di Kementerian Kominfo.
 
KCSIRT juga membuka sejumlah kanal yang ditujukan untuk menerima semua respon terkait masalah keamanan siber di lingkungan Kementerian Kominfo, baik melalui form aduan di website, call center maupun via pesan WhatsApp.
 
Selanjutnya, lanjut Mira, tim akan memberikan peringatan terkait adanya insiden siber kepada pemilik sistem elektronik, serta menyediakan informasi statistik terkait layanan. Sekjen Kominfo mengatakan bahwa kemampuan untuk mengkomunikasikan kegiatan dari ruang fisik ke ruang digital saat ini menjadi sebuah keharusan dan bukan lagi pilihan, termasuk bagi sektor publik.
 
Sementara itu, Kepala BSSN Hinsa Siburian menyatakan, dalam menjaga ruang digital yang sehat dan mencegah kejahatan siber, Kementerian Kominfo dan BSSN harus saling meningkatkan koordinasi.
 
Berbagai pihak, lanjut Hinsa, juga harus saling bekerja sama dalam menghadapi ancaman di ruang siber seperti hacking, social engineering dan human error, terutama sistem serang dalam ruang siber dikenal memiliki dua sifat, yakni secara teknis dan sosial.
 
Sebagai informasi, sifat teknis sistem serang dalam ruang siber termasuk bersifat teknis antara lain DDoS, phising, dan malware. Sedangkan untuk serangan bersifat sosial termasuk hoaks dan disinformasi, yang disebut Hinsa menjadi ranah tugas Kominfo.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif