Gambar di Google Earth membantu menemukan orang hilang.
Gambar di Google Earth membantu menemukan orang hilang.

Pria Hilang 20 Tahun Lalu Ditemukan via Google Earth

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 13 September 2019 16:38
Jakarta: Sisa jasad laki-laki yang menghilang di Florida lebih dari dua dekade lalu telah ditemukan, setelah mobil laki-laki tersebut yang tenggelam di kolam terpotret dan ditampilkan di Google Maps.
 
Ialah William Earl Moldt, berusia 40 tahun, dilaporkan menghilang pada tanggal 7 November 1997, setelah gagal pulang ke rumah dari klub malam di Lantana, Florida, Amerika Serikat, seperti laporan CNET.
 
Polisi kemudian mengadakan investigasi orang hilang, namun kasusnya tidak membuahkan hasil hingga bulan Agustus lalu. Pada tanggal 28 Agustus, inspektur properti yang tengah menelaah Google Earth menemukan mobil di kolam retensi di lahan perumahan di Wellington, Florida.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Charley Project, salah satu pihak berwenang yang bertanggung jawab atas kasus orang hilang di Amerika Serikat, mobil Moldt yang tenggelam tersebut telah terekam di gambar satelit Google Earth sejak tahun 2007, namun baru disadari pada tahun 2019.
 
Sementara itu, deputi dari Palm Beach County Sheriff Department menyebut kendaraan ini diklasifikasikan tidak jauh dari pantai dan memutuskan bahwa kendaraan ini telah berada di dalam air dalam kurun waktu lama.
 
Saat ditarik keluar, pihak berwajib menemukan kerangka manusia yang diidentifikasikan oleh petugas koroner sebagai kerangka tubuh Moldt. Sebagai informasi, lahan perumahan lokasi kolam tersebut masih dalam tahap pengembangan saat Moldt menghilang.
 
Berhasil memecahkan masalah ini menjadi salah satu manfaat yang secara tidak langsung dihadirkan Google melalui produk karyanya. Sayangnya, perjalanan Google tidak selalu mengalami hal baik seperti prestasinya dalam membantu menemukan orang hilang di Florida tersebut.
 
Di negara lain yaitu Prancis, Google mengalami permasalahan terkait dengan pajak dengan pemerintahan setempat, sehingga mengharuskannya membayar denda sebesar USD500 juta.
 
Hal ini merupakan hasil dari investigasi pajak Google yang dilakukan jaksa keuangan Prancis pada empat tahun lalu.
 
Investigator menyelidiki raksasa teknologi asal Mountain View ini untuk menentukan jika Google menghindari pajak dengan tidak menginformasikan seluruh aktivitasnya di Prancis. Perwakilan Google menyebut penyelesaian ini mengakhiri permasalahan pajak yang terjadi selama bertahun-tahun.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif