Harapan HTC untuk kembali ke ranah smartphone masih terhambat laporan keuangannya.
Harapan HTC untuk kembali ke ranah smartphone masih terhambat laporan keuangannya.

Pendapatan HTC Hapus Harapan untuk Kembali ke Smartphone

Teknologi teknologi gadget htc
Lufthi Anggraeni • 07 November 2019 12:42
Jakarta: Selama dekade lalu, HTC mengalami perjalanan keras dari salah satu pemain terbesar di ranah smartphone menjadi merek yang hampir tidak lagi dikenali oleh masyarakat. Perusahaan ini berharap dapat kembali, sayangnya cita-cita ini masih terhambat laporan keuangannya.
 
Untuk bulan Oktober, HTC menghasilkan total pendapatan NTD656 juta atau sekitar USD21,9 juta (Rp307,4 miliar). Divisi smartphone disebut berkontribusi dalam porsi penjualan lebih besar jika dibandingkan dengan divisi VR HTC.
 
Meskipun demikian, hal ini tidak berarti pendapatan HTC membaik. Telah memperkenalkan rangkaian perangkat berharga terjangkau, laporan keuangan HTC pada bulan Oktober masih termasuk dalam kategori buruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka pendapatan HTC ini mewakili penurunan signifikan sebesar 48,58 persen jika dibandingkan dengan pendapatannya pada bulan September. Pada bulan September, HTC menghasilkan pendapatan sebesar NTD1,275 miliar atau sekitar USD41,96 juta (Rp588,9 miliar).
 
Pendapatan HTC ini juga mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebesar 49,84 persen, yaitu dari NTD1,307 miliar atau sekitar USD43,1 juta (Rp605,2 miliar).
 
Rencana awal HTC untuk tahun 2019 adalah terfokus untuk meraih keuntungan dan meningkatkan pasar pasar di segmen smartphone. Sayangnya, hal ini belum berhasil seperti yang diharapkan perusahaan asal Taiwan ini.
 
Namun, CEO baru Yves Maitres yang menunjukan optimisme lebih tinggi terkait dengan masa depan perusahaan ini. Maitres menyebut bahwa HTC belum akan menyerah dan berhenti berjuang di pada bisnis smartphone.
 
Maitres mengungkap HTC akan terfokus pada pasar dengan GDP tinggi seperti Amerika Serikat, Inggris dan Eropa, alih-alih berkompetisi pada pasar berkembang, melalui segmen smartphone premium dengan perangkat unggulan 5G.
 
Maitres juga menjelaskan alasan HTC tertinggal jauh jika dibandingkan dengan pelaku lain di industri smartphone. Menurutnya, HTC berhenti berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan sejak lama dan terfokus pada bisnis VR.
 
Sementara itu, pesaing seperti Samsung dan Huawei belum berhenti berinvestasi pada inovasi hardware dan angka penjualan mereka terbukti mengalami peningkatan signifikan. Sebelumnya, SVP Products and Strategy HTC Vive Raymond Pao menyebut bahwa teknologi Virtual Reality (VR) akan menjadi aplikasi terbaik untuk jaringan 5G.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif