Facebook mengumumkan update untuk pengaturan privasi grup di platform jejaring sosialnya.
Facebook mengumumkan update untuk pengaturan privasi grup di platform jejaring sosialnya.

Facebook Sederhanakan Privasi Grup

Teknologi facebook
Lufthi Anggraeni • 15 Agustus 2019 13:02
Jakarta: Facebook mengumumkan update untuk pengaturan privasi grup dan berupaya lebih keras dalam memoderasi konten negatif pelanggar peraturan miliknya. Platform ini menyederhanakan penamaan pengaturan privasinya,
 
Pengaturan grup yang awalnya mengusung nama Public, Closed, dan Secret kini disederhanakan menjadi Public dan Private. The Verge juga melaporkan bahwa Facebook turut menghadirkan opsi terkait kemampuan akses dari grup privat untuk pengguna non anggota grup.
 
Pengaturan baru ini juga menyuguhkan kendali lebih baik untuk admin dan anggota, dengan memberikan admin lebih banyak alat moderasi dan memberikan anggota opsi untuk melihat riwayat grup serta meninjau konten sebelum menerima atau menolak undangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pengaturan baru ini juga merupakan bagian dari Safe Communities Initiative yang dimulai Facebook sejak dua tahun lalu. Inisiatif ini menjadi upaya Facebook dalam mengawasi dan mendeteksi konten negatif di grup Facebook.
 
Perubahan pengaturan ini disampaikan Facebook setelah menemukan keberadaan grup di platform jejaring sosial tersebut, bertindak sebagai medium berkumpulnya pengguna untuk menyebarkan rasisme dan melakukan aktivitas menyinggung lainnya.
 
Sejumlah pihak menilai perubahan nama ini tidak akan menghentikan perilaku negatif, sebab grup rahasia masih tetap ada di Facebook. Facebook mengaku menggunakan AI dan pembelajaran mesin untuk secara proaktif mendeteksi konten negatif sebelum dilaporkan pengguna, dan bahkan sebelum ditemukan pengguna jejaring sosialnya.
 
Konten yang ditandai ini akan dikaji oleh tim manusia guna menilai pelanggaran terhadap Facebook Community Standard yang mungkin dilakukan oleh konten. Namun, sistem ini masih memiliki celah sebab tidak mampu mendeteksi grup tersembunyi.
 
Pada bulan April lalu, Facebook memperbarui kebijakannya dengan menetapkan standar lebih tinggi untuk admin grup, dan berjanji untuk memberikan hukuman kepada grup secara keseluruhan jika moderator sepakat bahwa konten melanggar peraturan platformnya.
 
Untuk menjamin admin akan bertanggung jawab atas perilaku grup, admin akan memiliki akses kepada alat baru bernama Group Quality. Alat ini akan menyuguhkan tinjauan kepada admin terkait konten yang melanggar Community Standards.
 
Admin juga memiliki opsi untuk berbagi informasi terkait konten yang melanggar peraturan saat mereka menolak unggahan yang tertunda, menghapus komentar atau mengaktifkan mode senyap pada akun anggota.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif